Senin, 26 Januari 2015

[First Impression] Ally - All These Lives by Arleen A.






Ally yang saat itu berumur 5 tahun tetiba mengalami kejadian aneh. Ally menyadari dia telah berusia 10 tahun, tapi tidak ingat kalau dia mempunyai adik laki-laki bernama Albert. Dia mengingat peristiwa 5 tahun terakhir, Ally hanya lupa bagian yang ada Albert di dalam kehidupannya 5 tahun terakhir.

Ibunya yang khawatir dan bingung membawa Ally ke psikiater, dokter saraf dan melakukan berbagai tes. Hasilnya sia-sia. Setelah itu, hidup Ally kembali seperti sedia kala, dia telah menerima kenyataan kalau dia memang punya adik laki-laki. Tapi, kejadian serupa terjadi untuk kedua kalinya kala Ally sudah berada di SMA. Kejadian serupa yang membuat ibunya menangis ketika Ally menyinggung soal Albert. Albert telah menghilang selamanya dari kehidupan Ally, tanpa Ally dapat mengingat hal tersebut.

Begitulah kira-kira yang saya simpulkan tentang dua bab pertama novel yang berjudul Ally - All These Lives karya Arleen A. ini. Ide ceritanya menarik, dan bikin penasaran tentu saja. Saya amat penasaran dengan kejadian aneh yang dialami Ally itu, apakah akan berhubungan dengan hal-hal magis atau psikologi. Masih belum jelas ceritanya mau dibawa ke mana.

Kisah di buku ini dituliskan ala terjemahan. Baca dua bab pertama buku ini sama seperti kesan saya ketika membaca Teka-Teki Terakhir-nya Annisa Ihsani. Yang mengganggu sedikit sik narasinya yang panjang. Dua bab pertama bisa dibilang dipenuhi 80% narasi, minim dialog. Bisa dimengerti juga karena sudut pandang penceritaannya menggunakan sudut pandang pertama.

Tapi, walaupun saya nanti nggak menang kontesnya *iyaa, tulisan ini dalam rangka saya ikutan kontes untuk mengomentari first chapters novel ini x))*, saya akan tetap baca buku ini kok, abisnya masih penasaran dengan kehidupan Ally selanjutnya :D

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar