Tampilkan postingan dengan label 2.5 Bintang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 2.5 Bintang. Tampilkan semua postingan

Rabu, 02 April 2014

[Book Review] S.C.H.O.O.L : Chemistry by aL Dhimas






Judul: S.C.H.O.O.L: Chemistry (Seven Complicated Hours of Our Life #1)
Pengarang: aL Dhimas
Penerbit: GagasMedia
Tahun Terbit: 2014
Tebal: 214 halaman

“Melayani orang yang nggak suka padamu cuma akan membuatmu menyia-nyiakan waktumu untuk belajar.”

Marsha Anandita Hariadie. Berstatus siswi di salah satu SMA di Batam. Menyukai pelajaran Kimia dan punya cita-cita untuk ikut mewakili sekolahnya di olimpiade Kimia antar SMA. Alasan Marsha suka pelajaran Kimia adalah karena dia sama sekali tidak ingin berada di bawah bayang-bayang sang kakak yang pintar dalam semua mata pelajaran kecuali Kimia.

Seperti remaja lainnya, Marsha juga punya kelompok pertemanan yang beranggotakan 5 orang yaitu Mel, Roro, Alvie, Sarah dan Marsha sendiri.

Kembali ke impian Marsha yang ingin menjadi salah satu peserta olimpiade Kimia, hal itu sama sekali tidak mudah walaupun Marsha sudah berusaha keras. Apalagi ada seorang siswi bernama Tantri yang selalu nyinyir dan menunjukkan sikap tidak suka terang-terangan pada Marsha. Menurut Tantri, siswi seperti Marsha tidak pantas menunjukkan minat pada Kimia.

Untungnya sahabat-sahabatnya selalu mendukung Marsha. Tapi kemudian persahabatan mereka rusak karena rahasia yang disimpan oleh mereka sendiri.

“Orang yang nggak pernah gagal itu sebenarnya orang yang nggak pernah nyobain apa pun.”

SCHOOL merupakan gebrakan terbaru dari GagasMedia setelah sebelumnya sukses dengan STPC. SCHOOL merupakan akronim dari Seven Compicated Hours of Our Life, mendengarnya saja sudah sangat menjanjikan bukan? ;)

Tapi… buat saya, buku ini sebagai pembuka dari seri SCHOOL cukup mengecewakan. Tulisan di cover belakang memang terlihat sangat menjanjikan dan menawarkan konflik remaja cukup rumit. Kenyataannya, kalau boleh saya simpulkan, buku ini bercerita tentang “geng remaja yang punya janji konyol untuk sepakat tidak berpacaran”. Selanjutnya sudah bisa ditebak dong apa yang terjadi selanjutnya? Klise memang.

Sebenarnya saya lebih menunggu persoalan yang katanya “seorang adik yang selalu dibayang-bayangi prestasi kakaknya” daripada tentang geng cewek itu. Tapi malah dikecewakan karena “seorang adik yang selalu dibayang-bayangi prestasi kakaknya” itu cuma muncul sedikiiiiiit sekali. Itu pun cuma dari pengakuan si Marsha -____-

Karakterisasinya menurut saya kurang. Apalagi teman-teman Marsha yang dikenalkan sekaligus satu-per-satu di bab awal. Iya, SEKALIGUS. Saking banyaknya info tentang teman-teman Marsha ini di bab itu, saya malah suka lupa siapa yang "anu" siapa yang "itu".

Terus si karakter-utama-yang-namanya-Marsha ini, dia cerdas sik, tapi kok telmi amat kalo soal mendeteksi kebohongan dan mengendus hal tak wajar? Emang sengaja dibikin nggak peka kali yak? *positip tingking*

Saya pernah baca review orang di goodreads kalo ada sedikit kesalahan pada materi Kimia yang dibahas di buku ini *yang soal simbol unsur Tembaga ya kalo nggak salah?*. Dan karena saya sendiri nggak jago Kimia, jadi nggak sadar juga sik soal itu x))  

Untuk sisi baiknya, cover dan konsep buku ini keren! Jadi ya, di dalam buku ini ada halaman khusus yang bisa kalian corat-coret seperti halaman kosong buku tulis, selain itu ada juga jadwal pelajaran, mata pelajaran favorit, first crush dan masih banyak lagi. Selain itu ada juga Games School: cari kata, cari jalan dan cari perbedaan.

Cocok untuk dibaca adek-adek yang masih SMA. Percaya deh, kalian pasti bakal suka! ;))

“Jawaban bisa datang kapan dan dari mana aja, perhatikan aja sekeliling kamu.”

RATING 2.5/5

Selasa, 13 Agustus 2013

[Book Review] Dongeng Patah Hati by Aveline Agrippina Tando, dkk






Judul: Dongeng Patah Hati
Pengarang: Aveline Agrippina Tando, Callia, Robin Wijaya, Kokinos Te, Rafandha, Stephanie Zen, Dadan Erlangga, Lutfia K., Mahir Pradana, Shelly Fw, Ina Inong, Sanie B. Kuncoro, Dodi Prananda, Nye
Penerbit: GagasMedia
Tahun Terbit: 2013
Tebal: 276 halaman

“Dan seperti inilah definisiku terhadap cinta: selalu manis di awal, dan selalu pahit di akhir.”

Merupakan buku keroyokan yang terdiri dari cerpen-cerpen dari pemenang “Proyek 14” bersama 4 penulis dari GagasMedia. Mari kita ulas sedikit cerpen-cerpen bertema patah hati ini satu per satu.

Episode 30: Labirin Patah Hati by Aveline Agrippina Tando
Surat untuk "G yang manis" yang bercerita tentang pengalaman patah hati sang penulis surat.

Love Doesn’t Have to Hurt by Callia
Kisah cinta segitiga yang rumit. Ceritanya tidak terlalu klise walaupun salah satunya terjebak di friend zone.

Hujan Tanpa Pelangi by Robin Wijaya
Awalnya saya mengira cerpen ini tentang cinta sesama jenis. Tapi ternyata kisahnya lebih rumit dari itu. Seperti biasa, khas tulisan Robin Wijaya, bahasanya mendayu-dayu *yawn*.

Kamu, di Balik Hujan yang Menirai by Kokinos Te
Kisah patah hati berlatar belakang “obat”. Eh iya, by the way judulnya memang “menirai” kah? Soalnya baru kali ini saya mendengar kata “menirai”, kalau “merinai” saya pernah dengar.

Unsent Letter by Rafandha
Surat yang tak terkirim untuk sang mantan. Temanya: LDR.

It’s Not You, It’s Me by Stephanie Zen
Tentang cinta bertepuk sebelah tangan seorang casting director. Ceritanya cukup renyah dan mudah dicerna di antara cerita-cerita sebelumnya.

Jelaga by Dadan Erlangga
Lagi-lagi cinta bertepuk sebelah tangan. Kali ini dengan twist yang (sayang sekali) mudah ditebak.

Patah Hati Terindah by Lutfia K.
Cerita patah hati yang (seperti judulnya) indah (kata karakter utamanya sik *mana ada patah hati yang indah -____-*).

Ulang Tahun Ke-17 by Mahir Pradana
Settingnya di Jenewa, Swiss. Seorang pria yang tiba-tiba bertemu dengan gadis yang mengingatkannya akan kenangan masa lalu. Cerita mulai seru ketika sang gadis meminta pria itu untuk bernyanyi di acara ulang tahun ke-17-nya.

Keberuntungan Kedua by Shelly Fw
Oh, endingnya "jleb".

To Make You Feel My Love by Ina Inong
Cerpen yang satu ini bercerita tentang cinta terpendam yang telah lama tak pernah terungkap. Dan akhirnya menyebabkan perselingkuhan.

Bunga Pengantin by Sanie B. Kuncoro
Kisah yang diawali dan disebabkan oleh bunga pengantin. Suka dengan keputusan yang diambil tokoh utama.

Yogyakarta, Suatu Cerita by Dodi Prananda
Lagi-lagi LDR, kali ini LDR-nya "berhasil" tapi....

A Whole New World (But Not) With You by Nye
Yang ini sedikit beda, cerita tentang malam hari sebelum pasangan di cerita ini akan menjalani LDR.

“Aku memang kalah. Kalah pada rasa takut untuk mencintaimu.”

Saya memang kurang cocok membaca buku atau cerita dengan narasi yang mendayu-dayu dan kalimat yang berbunga-bunga, jadi karena kebanyakan cerpen di buku ini punya faktor itu, cerpen-cerpennya jadi kurang berkesan.

Dari ke-14 cerpen, yang paling berkesan buat saya hanya cerpen dari Mahir Pradana, Stephanie Zen dan Sanie B. Kuncoro. Sisanya, banyak yang saya suka ketika membacanya tapi mudah sekali dilupakan begitu saja.

“Words mean nothing, unless the person who said it… is your everything, am I right?”

“Aku akan menangkap kupu-kupu ungu untukmu. Seperti aku menghadiahimu setoples hujan.”

RATING 2.5/5

p.s.: sisi baik dari buku ini adalah... covernya masih keren :D saya suka model tulisan judulnya yang seolah-olah luntur karena tetesan air mata.