Senin, 12 Januari 2015

[TV Show Adaptation Review] Pretty Little Liars (Season 1&2)







Judul: Pretty Little Liars
Diadaptasi dari: Prety Little Liars Series – Sara Shepard
Genre: Drama, Misteri, Romance

Selain film, ada juga beberapa serial televisi yang diadaptasi dari buku. Salah satunya adalah Pretty Little Liars. Serial televisi ini diadaptasi dari sebuah novel seri *yang nggak kelar-kelar x))* karya Sara Shepard.

Kisahnya sendiri tentang Aria, Hanna, Spencer dan Emily yang dulunya dipersatukan menjadi sahabat tak terpisahkan oleh Alison DiLaurentis. Tapi di suatu malam, Ali menghilang secara misterius. Satu tahun kemudian, mereka berempat yang menjadi tidak akrab lagi sejak hilangnya Ali tiba-tiba mendapat pesan teks ancaman dari nomor tak dikenal yang mengaku sebagai “A”.

Awalnya mereka kira yang mengirim pesan itu adalah Ali, karena pesan teks itu berisi rahasia pribadi mereka yang hanya diketahui oleh Ali. Tapi tiba-tiba Rosewood—kota tempat mereka tinggal—dikejutkan dengan penemuan mayat Alison.

Setelah penemuan tersebut, ancaman dari “A” semakin menjadi-jadi, seakan-akan “A” tahu segala rahasia yang dapat menghancurkan hidup mereka. siapakah “A” sesungguhnya?




Untuk versi novelnya, sejauh ini saya sudah membaca sampai seri ke-9, Twisted. Pengin lanjut baca buku ke-10 tapi kok makin ke sini ceritanya jadi rada maksa :D makanya saya kemudian memutuskan untuk ngikutin serialnya aja.

Agak susah sik soalnya udah ketinggalan 5 season dan tiap season episodenya lebih dari 20!!! Belum lagi selain serial ini saya juga ngikutin serial televisi lain (kayak Transparent, American Horror Story dan Jane the Virgin) juga drama-drama Korea x)) untunglah dengan usaha keras selesai juga sampe season 2.

Versi serial ini agak beda dari versi bukunya, ancaman-ancamannya dibuat lebih menegangkan dengan misteri yang berlapis-lapis. Sampai season 1 saya sangat penasaran apakah identitas “A” akan sama dengan yang di bukunya. Apalagi ada beberapa karakter yang di versi bukunya dimatikan/tidak dimunculkan malah dibiarkan hidup dan masih berperan penting di versi serialnya ini, begitu pula sebaliknya. Dan ada pula beberapa karakter tambahan (yang akan membuat ceritanya semakin panjang dan bertele-tele).

Sayangnya sampai saya akhirnya selesai menonton season 2-nya secara mengejutkan ternyata endingnya kembali mengikuti apa yang ada di bukunya. Tidak masalah sebenarnya andai saja saya belum baca bukunya, tapi karena saya sudah baca bukunya dan saya sudah tahu identitas asli “A” pertama, saya jadi sedikit kecewa sik. Menurut saya ancaman-ancaman yang dilakukan “A” di serial ini terlalu berlebihan kalau akhirnya tetap mengacu pada versi bukunya. Banyak plot hole! Asli!

Sisi baiknya, serial ini tidak sampai membuat saya bosan, at least saya berhasil menyelesaikannya sampai 2 season. Serius, saya betah mantengin serial ini bukan karena pemain-pemainnya yang cakep-cakep kok *walaupun harus diakui emang 4 pemeranuatamnya cakep-cakep terutama Aria & Hanna x))*. Ada daya tarik tersendiri yang dimiliki serial ini, mungkin karena cuplikan di setiap endingnya yang menunjukkan “kegiatan” “A” yang nantinya akan berpengaruh ke episode selanjutnya. 

Tapi untuk sekarang saya belum mau melanjutkan ke season 3, juga belum mau melanjutkan baca bukunya (fyi, sampai saat ini sudah sampe buku ke-16), mungkin nanti ketika tidak ada lagi serial bagus untuk ditonton/buku bagus untuk dibaca :D



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar