Jumat, 08 November 2013

[Book Review] Explicit Love Story by Lee Sae In







Judul: Explicit Love Story
Pengarang: Lee Sae In
Penerbit: Penerbit Haru
Tahun Terbit: 2013
Tebal: 386 halaman

*Review ini mengandung spoiler, jika kalian termasuk salah satu yang anti-spoiler (seperti saya) dan belum membaca buku ini atau akan membacanya, sebaiknya jangan baca review ini.* *p.s.: atau jika kalian benar-benar ingin membacanya(apa ini? xD), silakan lewati bagian-bagian yang saya tandai : ))*

“Selama tidak melukaimu, maukah kau memercayaiku?”

Han Lee Seon, perempuan yang mengetahui banyak hal tentang masalah cinta-cintaan mulai dari percintaan sampai bercinta. Dan… surprise! Lee Seon mengetahui segala macam hal itu bukan dari pengalamannya sendiri melainkan dari majalah dan artikel-artikel internet yang dibacanya.

Kemudian Lee Seon bertemu dengan Gyu Jin alias Ma Gyo Ju. Pria yang juga merupakan mahasiswa universitas tempat Lee Seon kuliah. 

Dan singkat cerita, seperti yang sudah bisa ditebak, Gyu Jin yang tampan, seksi dan sempurna di mata orang-orang(termasuk Lee Seon) menyatakan cintanya pada Lee Seon.

Tapi kemudian Lee Seon merasa ragu karena cap player yang diberikan orang-orang kampus ke Gyu Jin. Juga ketika Lee Seon mengetahui gosip lama tentang Gyu Jin dan cinta masa lalunya.

Berhasilkah Lee Seon mempertahankan kisah cintanya dengan Gyu Jin? Ataukah Lee Seon malah memutuskan untuk mundur? Baca selengkapnya di Explicit Love Story…

“Dasar orangtua… pokoknya, kalau mereka melihat anaknya memegang buku, pasti beranggapan kalau anaknya sedang belajar. Padahal, kalau saja ibuku melihat buku yang sedang kubawa, ia pasti langsung tahu kalau buku yang selalu kubaca ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan pelajaran.”


Hal-hal yang saya suka dari buku ini:

  • Covernya menarik. Walaupun, errr… warnanya pink ._.
  • Terjemahannya bagus. Salut dengan penerjemahnya yang berhasil menyampaikan cerita buku ini dalam bahasa Indonesia yang tidak janggal.

  • Salah satu nilai positifnya, cetakannya rapi, typo-nya sedikit.

  • Suka dengan POV Gyu Jin di bagian akhir walaupun hanya sedikit. Mungkin akan lebih bagus kalau Lee Seon dan Gyu Jin bergantian bercerita dari awal kali ya?

  • Endingnya lumayan lucu.

Dan hal-hal yang tidak saya suka:

  • Karakter utamanya, Lee Seon, lebih menyebalkan dari Didi(karakter utama Miss Pesimis) dan setingkat di bawah Rie(karakter utama The Scent of Sake). Saya benci dengan sifat pin-plan binti labilnya, contoh: kadang-kadang memuja Gyu Jin tapi belum lama malah menyumpah-nyumpahi(dalam hati) Gyu Jin .__. Dan ini tidak hanya terjadi sekali -____-

  • Tidak hanya itu sodara-sodara, Lee Seon ini juga sesumbar, (SPOILER) ---> ketika mau melakukan “itu” dia malah berkeringat dingin dan beberapa kali menolak untuk melanjutkan -______- *puk-puk Gyu Jin* <--- (SPOILER)

  • Adegan dewasanya terlalu digambarkan dengan detail *atau mungkin itulah maksudnya dengan label “Novel Dewasa”?* sehingga jatuhnya hal-hal seperti itu annoying. Bahkan adegan (sorry yak xD) cipokannya pun dideskripsikan berlembar-lembar.


Intinya buku ini sama sekali bukan selera saya. Yaaah… mungkin karena ini novel dewasa dan tidak cocok jiwa muda saya #dikeplak xD

Jika harus menggambarkan karakter Lee Seon dalam 5 kata, jawaban saya: cewek sesumbar yang berlibido tinggi :D

Sekian review singkat dari saya. Dan selamat buat Lee Seon karena telah menjadi  salah satu karakter fiksi paling menyebalkan yang pernah saya “kenal” xD

“Mau bagaimanapun, menikah dengan baik dan menyiapkan makanan untuk suami adalah hal yang terbaik. Apa kau pikir wanita sukses itu ada gunanya? Lihat saja para wanita sukses lainnya. Apa ada yang hidup bahagia? Hal paling membahagiakan bagi seorang wanita adalah melahirkan anak dan menjaga suami. Anak muda zaman sekarang selalu berpikiran dangkal.”

“Hati harus lebih cantik dari wajah katanya? Itu omong kosong. Tak peduli wanita maupun pria, semuanya pasti dinilai dari penampilan. Jika berwajah cantik, semua pria pasti akan mengantre meskipun wanita itu berperangai aneh. Bukankah kita harus memiliki prianya terlebih dahulu baru bisa menunjukkan ketulusan hati? Tidak mungkin kan kita menempelkan hasil X-Ray hati dan membawanya ke mana-mana?”


RATING 2/5

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar