Minggu, 20 Desember 2015

[Blog Tour] Review: Meet Lame - Christian Simamora





Judul: Meet Lame
Pengarang: Christian Simamora
Penerbit: TWIGORA
Tahun Terbit: 2015
Tebal: 296 Halaman

“Ketika cowok benar-benar sedang jatuh cinta, tak seorang pun bisa menghentikannya.”

Pernahkah kalian bimbang dihadapkan di antara dua pilihan sampai akhirnya bingung dan stres sendiri? Itulah yang sekarang sedang aku alami. Kali ini bukan pilihan main-main, aku bukan bingung mau memilih es krim rasa stroberi atau vanila, bukan pula bingung dengan pakaian yang mana yang harus kukenakan. Tapi aku harus memilih satu di antara dua cowok! Mana mereka berdua sama-sama hawt lagi. SIAAAALLL!

Oh iya, sebaiknya kuceritakan dulu kedua cowok hawt ini agar kamu bisa membantuku menetapkan keputusan.

Jadi, cowok pertama bernama Janiel. Aku adalah secret admirer-nya dari SMA. Dia ganteng. Banget. Baik lagi. Kadang gesture-nya suka bikin aku jadi kegeeran sendiri. Tapi dia sudah punya Princess—err Putri, ceweknya yang kalau dibandingkan denganku bagai itik buruk rupa dan Maudy Ayunda. Apa dia mau mutusin Putri hanya demi aku?

Cowok kedua namanya Daniel. Dia ini brengsek sebrengsek-brengseknya. Gimana nggak brengsek coba? Dia yang udah nyuri ciuman pertamaku! Dan keperawananku!! Lalu ninggalin Indonesia beberapa jam setelahnya!!! Dan sejak saat itu nggak ada kabar apa pun dari dia. Sampai kemudian nggak ada angin nggak ada hujan, dia dengan senyum nakalnya yang menggoda muncul di depan rumahku.

Jadi, aku harus pilih siapa? Janiel atau Daniel? Atau nggak pilih dua-duanya dan memutuskan untuk sendiri selamanya? Selama-lamanya? Selama-lama-lama-lamanya?

“Aku optimis, seiring waktu, aku bisa membuatmu jatuh cinta lagi padaku.”

Meet Lame merupakan proyek iseng penulisnya yang awalnya diunggah di akun Wattpad-nya. Awal mulanya sendiri Meet Lame terinspirasi dari cerita bersambung karya Mbak Nina Ardianti di blog pribadinya yang berjudul Meet Cute. Saya sendiri jauh lama sebelum baca versi cetaknya, saya sudah ngikutin Meet Lame di Wattpad. Sayang waktu itu cuma ngikutin sampai beberapa chapters saja. Lalu, begitu tahu kalau akan diterbitkan saya sudah excited. Kebetulan ada lowongan untuk blog tour-nya, ikutan daftar, eh Alhamdulillah kepilih :)))

Menurut saya sendiri, meski belum baca semua buku karya Bang Ino yang pernah saya baca, Meet Lame agak berbeda dari novel-novelnya yang lain, in a good way. Ke-berbedaan-nya ini yang menurut saya adalah alasan buatmu untuk baca. 

Alasan-alasannya selengkapnya akan saya tulis, sebagai berikut:
Meet Lame adalah novel stand alone alias berdiri sendiri alias nggak ada benang merahnya dengan buku Bang Ino yang lain. Ide ceritanya juga agak beda dengan karya beliau lain yaitu cinta segitiga. Kenapa cinta segitiganya di sini menarik? Karena Bang Ino nggak “pilih kasih” dengan membuat salah satu cowoknya less lovable. Jadi pembaca dibikin bingung gitu deh. Plus deg-degan apakah karakter dukungannya yang akan dipilih. Pembaca terpecah menjadi dua kubu. Sebelas dua belas kayak Reply series. Sseureki oppa atau Chilbong? Jung Hwan atau Choi Taek? Atau kalau dalam Meet Lame, Janiel atau Daniel?

Kedua, lewat Meet Lame, ini kali kedua Bang Ino menggunakan POV pertama. Penasaran kan apakah akan selincah ketika dia menggunakan POV ketiga seperti di novel-novel sebelumnya?

Selain dengan POV pertama, di sini Bang Ino dengan hebatnya berhasil untuk tidak membocorkan nama karakter utamanya. Katanya sih karena permintaan penggemar, makanya nama “Aku” tetap dirahasiakan.

Perbedaan cukup menonjol, Meet Lame dibuat lebih “merakyat”. Kalau kamu mengharapkan karakternya kaya raya tujuh turunan, kamu nggak akan mendapatkannya di sini. Saya malah lebih suka sih sosok karakter “Aku” yang down to earth dan bekerja keras dengan bisnis online-nya :)

Terus, buku ini nggak ada bed scene-nya. Cukup aman kalau dikasih rating PG-13. Cuma meski nggak ada bed scene, bukan berarti nggak ada yang hot-hot sama sekali yaa? I warned you! ;)

Terakhir, buat saya Meet Lame adalah novel terlucu Bang Ino yang pernah saya baca. “Aku” yang ceplas ceplos dan cenderung drama queen sukses bikin saya ngakak berkali-kali. Ditambah lagi ke-nggak-jaim-annya sampai-sampai muncul istilah alpenliebe x))

Saya cukup puas dengan Meet Lame walau emang buat saya sedikit kependekan. Sisi baiknya, ceritanya jadi dibikin to the point dan nggak muter-muter. Sisi buruknya, saya masih merasa kurang dengan proses ke endingnya.

“Bagiku, dikasihani adalah perasaan paling nggak mengenakkan sedunia membuat dirimu merasa gagal dan nggak bisa apa-apa.”


Last but not least (akan ada giveaway di postingan selanjutnya), seperti host lain, saya juga diberi tantangan untuk berpose bersama Meet Lame dengan pose Bryanboy seperti model di iklan Fendi.

 judul foto: leher kaku akibat salah tidur, makan buku sama sekali tak membantu
*ekspresi yang niatnya seksi malah keliatan meringis .__.*


19 komentar:

  1. "Aku" yang ceplas ceplos membuat daya tarik dan daya jualnya tinggi. Ampe direbutin ame dua cowok hot. Ane juga mau direbutiiin. Btw, seru juga ya tantangan fotonya. Sangat memesona :D

    BalasHapus
  2. wah ada unsur lucunha ya? Kayanya buku ini memang beda ya? 'buku lepas' nya Bang Ino. :) nice review ya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, gaya bercerita si "Aku" bikin ngakak berkali-kali :D

      Hapus
  3. Wakakaka, alay juga ternyata XD

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bakat alay kayaknya emang dari dulu ada Mbak, cuma emang nggak diasah xD

      Hapus
  4. Captionnya LOL. Cukup jadi tukang review saja kalo begitu xD

    BalasHapus
  5. astagah.. ariiiiii.. duh gusti, posemu.. aku speechless.. wkwkwk..

    BalasHapus
  6. Haha... aku ngikutin blogtour ini dari awal. penasaran banget sama pose-posenya para host.. bagus kok kak Ari ^^
    Aaaah novelnya, jadi pengen baca.. ini lucu ya kak... penasaran

    BalasHapus
  7. Istilah alpenliebe?
    Ohh nooo!! si 'Aku' ini bikin aku makin penasaran, gudang kejutan bangett dia.
    Review-nya ciamik. Sukaa

    Bang, itu pose + caption fotonya kokk?? :D *diinjek

    BalasHapus
  8. “Ketika cowok benar-benar sedang jatuh cinta, tak seorang pun bisa menghentikannya.”

    aku malah fokus ke kalimat itu.. hehe *plakk*
    lalu, gimana cara kami cewek-cewek bisa tau kalo si cowok emang betul-betul jatuh cinta, Bang? gimana carana supaya kami cewek-cewek ini tau kalo mereka (cowok-cowok) itu serius? :D

    BalasHapus
  9. Walau gak ada bed scene-nya tapi tetep ada warning rating usianya ya :D
    Saya juga jadi penasaran selucu apa novel bang Ino yang ini :)

    BalasHapus
  10. Ugh, romcom itu salah satu kesukaan saya! Makin penasaran ketika ada buku uda romens, lucu, dan novel dewasa lagi! :p

    BalasHapus
  11. cinta segitiga yang penuh warna nih bang.

    BalasHapus
  12. kayaknya model-model kayak "Aku" ini yang pede sekaligus minder, yang polos sekaligus lebay memang jadi daya tarik sendiri untuk para cowok yang [mungkin] udah bosen dengan cewek yang berusaha terlihat perfect... itu makanya kedua cowok seksehhh ini mau memperebutkannya... jadi pengen jadi "Aku" deh... :D

    BalasHapus
  13. Wah, kaosnya okay *malah fokus ke ini* xD

    BalasHapus
  14. Cocok kok kak jadi model. Beneran niiii aku jujur dari lubuk hati terdalam. Kalau bakat terpendamnya diasah lagi kemungkinan bisa ikutan casting model ntuuuu. Oia, alpenliebe ntu bukannya permen ya? Hehehehehe Ternyata di novel ini juga ada unsur komedinya. Hohohohoooohooooo Jaadi, pasti nggak sabaran nih baca novelnya sampat tamat.

    BalasHapus
  15. Akhirnya nemu host cowo juga yang bersedia poto ketjeh begini :D
    Keren pula lah ini review nya sampe bawa-bawa Reply series juga hahahaha saya cuma nonton seri yang Eunji, InGuk, sama Hoya yang ada boys love itu hakhakhak Reply 1997 itu yak? (ini kenapa bahasannya melenceng sih?)
    Saya juga penasaran banget gimana cara bang Ino menyembunyikan identitas si "aku" ini. I mean, masa nggak ada dialog dia pas lagi dipanggil gitu? Trus manggilnya gimana? "Hei"? "Halo"? hahaha penasaran lah pokoknya :)

    BalasHapus