Minggu, 03 November 2013

[Book Review] Barbitch by Sagita Suryoputri






Judul: Barbitch
Pengarang: Sagita Suryoputri
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2013
Tebal: 222 halaman

“Menyunggingkan senyum di kala hati tak senang dan pikiran tak tenang, kadang tidaklah semudah yang kau bayangkan. Kami hanyalah boneka-boneka yang digerakkan oleh getirnya permainan dinamika kehidupan. Mencoba terbiasa dengan kesementaraan. Lambat laun terlatih dengan pedihnya penderitaan.”


Buku ini merupakan kumpulan cerita, tepatnya ada 9 cerita. Mari kita review satu per satu.
BBF
Dibuka dengan sebuah cerita yang cukup panjang, dengan tema persahabatan antara laki-laki dan perempuan. Bram dan Raya, sahabat ketika SD dipertemukan kembali ketika mereka sudah dewasa dan kembali menjadi sahabat. Sudah bisa ditebak kalau kemudian salah satu dari mereka menginginkan hal yang lebih dari sahabat, dan orang itu adalah Bram. Bram yang selama ini menjadi tempat Raya curhat ketika Raya bermasalah dengan pacar-pacarnya.
Sampai kemudian di bawah pengaruh alkohol sesuatu terjadi mengubah persahabatan mereka.
Saya cukup suka dengan cerita pertama ini walaupun sedikit terlalu panjang, membuat saya bertanya-tanya kapan ceritanya akan selesai :D

BARBITCH
Cerita yang gila! Kocak dan apa adanya. Salah satu yang jadi favorit ;))

LIPSTICK MERAH TUA
Keluarga Mentari awalnya hidup lebih dari berkecukupan, tapi tiba-tiba semuanya lenyap. Mereka harus hidup secara sangat-sangat sederhana. Ayahnya yang dulunya seorang direktur harus bekerja sebagai sopir. Hal itulah yang menyebabkan rumah tangga kedua orangtua Mentari berantakan. Tidak cukup sampai di situ, di sekolah pun Mentari sering dijahili oleh anak-anak lain. Hal-hal itulah yang sebagian mengubah dan mempengaruhi kehidupan Mentari kala dia beranjak dewasa.

KAKAK
Cerita satu ini tema besarnya kalau saya simpulkan sih tentang penyesalan. Rasa sesal karena telah menyia-nyiakan seseorang, yang baru disadari begitu berharga ketika dia hilang dari kehidupan karakter utamanya.

If everyone wants to be saved. Who’s gonna be the hero?”
I’m a superhero on my own story! Setiap malam aku selalu berhasil menyelamatkan diriku sendiri dari kesedihan.”


PESTA
Yang pasti cerita ini bikin saya geregetan sendiri dengan keegoisan tokoh utamanya -___-

STRANGER IN MY BED
Cerita tentang pria-pria “asing” yang silih berganti datang dan pergi dari kehidupan tokoh utama.

PANTAS
Sebenarnya cerita yang satu ini lumayan tapi ada kejanggalan-kejanggalan yang membuat saya terganggu ketika membacanya. Contohnya:
“Ketika sedang asyik melamun, tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu. Ia tahu pasti Idan yang berada di balik pintu tersebut. Sore itu Karmen berjanji untuk mampir ke apartemennya. Karmen yang belum pernah mengunjungi Warna sejak ia pindah ke apartemen baru tersebut, langsung tercengang melihat isi ruang tamunya ketika Mentari membukakan pintu.”
Dugaan saya, awalnya nama kedua tokoh itu adalah Mentari dan Idan, tapi dengan alasan yang saya tak tahu apa, penulis mengubahnya menjadi Warna dan Karmen. Karena adegan-adegan selanjutnya menyebutkan nama tokoh tersebut ya Warna dan Karmen.
Selain itu, sempat terjadi pengubahan tiba-tiba POV atau sudut pandang. Yang semula memakai POV 3(dia*atau dalam cerita ini menyebut nama; Warna*), tiba-tiba jadi menggunakan POV 1(aku), dan tak ada angin tak ada hujan, kembali berganti menjadi POV 3.

BARA PATI
Yang dicoba diceritakan oleh cerita ini adalah kehidupan pernikahan monoton yang membuat salah satu di antara mereka yang menjalani merasa tertekan sampai-sampai… *ilang sinyal* ;)

KUCING
Kisah cinta yang menyedihkan. Sedikit berbau magis.

“Kadang kecantikan itu membosankan. Sementara kebaikan kadang membuatmu terperangkap dalam rasa bersalah. Cantik dan baik pun juga rasanya tidak cukup.”

Secara keseluruhan buku ini cukup menghibur walaupun terdapat kekurangan di sana-sini. Dan, tulisan-tulisan dari sang penulis(yang umumnya bercerita tentang pergelutan batin perempuan dan kehidupan malam) sedikit mengingatkan saya dengan tulisan-tulisan mbak Djenar Maesa Ayu. Dua-duanya sama-sama jujur dalam menuturkan isi hati perempuan :)

Ah ya, saya salut sekali dengan kebijakan penerbit yang memberi label 18+ untuk buku ini. Karena memang benar, buku ini memang merupakan buku fiksi dewasa.

Untuk covernya yang simple saya kurang suka. Menurut saya akan lebih baik kalau covernya dibuat glamour dan “rame”.

MEMORABLE QUOTES

  • “Untuk hal ini aku sependapat dengan Plato. Tapi pernahkah kau berpikir, bagaimana jika si manusia malang ini sudah menemukan pasangan jiwanya, namun separuh dari dirinya tersebut malah lebih nyaman dengan adanya kutukan Zeus? Bagaimana kalau mereka telah bertemu, namun salah satu dari mereka malah menolak untuk bersatu?” – Hal. 13

  • “Adakalanya seseorang ingin merasa ‘utuh’ dengan cara membuang kata ‘butuh’ jauh-jauh.” – Hal. 91

  • “Kadang kesetiaan seekor anjing justru jauh lebih baik daripada kesetiaan seorang manusia.” – Hal. 93


RATING 3/5

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar