Jumat, 20 Maret 2015

[Book Review] Romansick by Emilya Kusnaidi






Judul: Romansick
Pengarang: Emilya Kusnaidi
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2015
Tebal: 280 halaman

“You don’t just sit there, waiting some miracles to happen. Sometimes you just have to work it.”

Di mata orang lain mungkin kehidupan Audrey—Dre sangat sempurna. Punya karir cemerlang sebagai executive editor di majalah fashion ternama, Jalouse untuk edisi Indonesia-nya. Kehidupannya juga tak pernah sepi karena di punya dua sahabat laki-laki yang selalu mau mendengar masalah-masalahnya, Eren dan Tara.

Tapi bagi Dre hidupnya tidaklah sempurna. Hampir sempurna, mungkin. Tapi tidak benar-benar sempurna. Karena cintanya bertepuk sebelah tangan. Dre diam-diam mencintai sahabatnya sendiri, Eren. Sudah lama sekali Dre memendam rasa cintanya itu, tapi dia tidak pernah berani untuk menyatakannya. Lagipula Eren punya seseorang yang sangat dicintainya, Ayuna.

Suatu hari, asma Dre yang kambuh mempertemukannya dengan Austin. Austin Cheo, cowok dengan senyum asimetris yang hobi berlaku semaunya. Anehnya perlakuan Austin malah membuat Dre suka pada cowok itu. Yah, walaupun Dre menyangkalnya, rona merah di pipinya—atas reaksi dari perlakuan Austin—tidak bisa ia sembunyikan.

Bisakah Dre move on dari cinta sepihaknya pada Eren? Lalu kalau pun Dre bisa move on dengan Austin, bisakah Dre menerima rahasia yang disimpan Austin?

“Karma’s a bitch, and fate is sometimes a funny reminder to us about how we should act.”

Buat kamu yang lagi pengin baca bacaan yang ringan, terutama yang Metropop banget, Romansick dapat kamu jadikan sebagai pilihan bacaan kamu di waktu senggang. Ide ceritanya yang cukup menarik, dan karakternya lovable. Saya pribadi lumayan menikmati buku ini ketika membacanya.

Yang kurang saya suka adalah pemberian nama pada karakternya. Menurut saya sik nama Eren dan Tara itu kurang menegaskan kalau dua karakter itu berjenis-kelamin laki-laki (maap yak kalau ada mas-mas yang punya dua nama di atas yang baca ini x)) ini menurut saya loh ya). Sebaliknya, panggilan Dre (walaupun diambil dari Audrey) kesannya malah cowok banget. Makanya di bagian awal saya sempat bingung baca buku ini.

Seperti Metropop pada umumnya, buku ini juga berisi merek-merek yang bahkan saya tidak tahu bagaimana mengucapkannya secara baik dan benar xD juga bahasa Ingris di dialog dan narasinya. Sayang menurut saya penggunaan bahasa Inggris-nya kurang smooth. Ada bagian yang kadang membuat saya terganggu dengan pemakaian bahasa Inggris itu.

Untuk karakter-karakternya, karakter yang saya sukai di buku ini adalah Tara. Saya suka karakter Dre yang bermulut pedas, tapi buat saya Tara lebih menarik :D perannya sebagai sahabat Dre yang selalu bersedia mendenegarkan curhatan Dre, dan tidak ragu untuk bicara blak-blakan pada Dre membuatnya punya nilai lebih. Saya selalu suka dengan karakter penengah macam Tara ini.

Penilaian dari kontennya, buku ini saya beri tiga bintang. Dan tambahan setengah bintang untuk judulnya yang catchy dan desain cover-nya yang entah kenapa tidak pernah membuat saya bosan untuk memandanginya.

“Lucu, bahwa waktu bisa mengubah perasaan orang sebegitu cepatnya. Cuma dalam hitungan bulan dan semuanya berubah seperti itu. Gue nggak ngerti, scepat itu ya perasaan orang bisa berubah?”

 
RATING 3.5/5

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar