Minggu, 08 Maret 2015

[BBI: Opini Bareng] Bicara Alur Cerita






Bertemu lagi di edisi Opini Bareng :D sengaja di bulan ini Opini Bareng segera saya tulis dan saya post karena di bulan kemarin, karena terlalu santai dan menunda-nunda, pas di akhir bulan saya jadi tidak tahu apa yang mau saya tulis -____-

Di bulan Maret, tema yang ditentukan adalah alur cerita. Jenis alur cerita yang saya ketahui ada 3 yaitu maju, mundur dan maju mundur, maju mundur, cantik ... cantiiiik campuran. Ternyata setelah saya cari di Google, ada berbagai versi mengenai jenis-jenis alur, saya jadi bingung sendiri ._. jadi opini ini saya tulis berdasarkan apa yang saya ketahui yaa, kalau kurang tepat mohon dimaafkan.

Alur maju. Ini termasuk alur yang sering digunakan di dalam sebuah novel. Intinya alur ini kisahnya bergulir secara runut dari awal sampai akhir. Kalau diibaratkan sebagai manusia, jenis alur ini adalah jenis manusia yang cepat move on yang tidak akan membuang waktu untuk menengok ke masa lalu.

Alur mundur. Ini kebalikan dari alur maju, ceritanya bergulir ke belakang. Sepertinya saya belum pernah baca buku yang alurnya mundur. Apakah karena pengertian saya tentang alur mundur ini salah yak? Soalnya, sepengertian saya alur mundur ini kayak di film Memento. Ketika di awal diceritakan klimaks cerita, dan kemudian ceritanya berjalan mundur ke belakang. Jika manusia, alur mundur ini tipe yang gagal move on. Pas keujanan nangis, karena teringat pernah keujanan bareng mantan. Denger lagu “Goyang Dumang” galau, gegara pernah karaokean lagu itu dengan mantan. Ngeliat orang bernapas, mewek. Karena ingat mantan juga suka bernapas x))

Nah, alur campuran atau maju-mundur ini yang tidak kalah sering ditemukan di dalam novel. Biasanya genre thriller-misteri yang paling sering menggunakan alur ini, dengan twist yang mencengangkan, bikin melongo pembacanya. Atau paling tidak ada hal yang ingin “disimpan” sebagai kejutan oleh penulisnya. Contoh penggunaan alur campuran yang bikin novel makin nendang: Gone Girl, Cantik Itu Luka dan We Were Liars. Alur ini jika diibaratkan, seperti Syahrini, yang hobi “maju mundur, maju mundur, cantik ... cantiiiik ...”.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar