Minggu, 06 Oktober 2013

[Book Review] Cerita dari Pemakaman (The Graveyard Book) by Neil Gaiman






Judul: Cerita dari Pemakaman (The Graveyard Book)
Pengarang: Neil Gaiman
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2013
Tebal: 360 halaman

“Selalu ada orang-orang yang merasa hidup mereka begitu tak tertanggungkan sehingga mereka yakin hal terbaik yang bisa mereka lakukan adalah mempercepat perpindahan mereka ke dunia lain.”

Nobody Owens, selama ini tinggal di pemakaman, diurus oleh para “penghuni” pemakaman, termasuk punya orangtua dan wali di sana. Diceritakan kalau Bod tiba di pemakaman pada suatu malam ketika seluruh keluarganya dibunuh oleh pria misterius bernama Jack. Karena keberuntungan(atau mungkin takdir?) Bod kecil bisa lolos dari Jack dan kemudian diurus oleh pasangan Owens yang sudah lama tinggal di pemakaman tua itu.

Segala ilmu dan pengetahuan telah diajarkan para “penghuni” pemakaman kepada Bod. Mulai dari sejarah, yang diceritakan langsung oleh mereka yang memang mengalami peristiwanya, astrologi, sampai bagaimana cara Memudar, Menghantui, dan ilmu-ilmu menarik lainnya.

Sebagai manusia biasa, Bod merasa tidak puas dengan ilmu yang diajarkan. Dia ingin merasakan perasaan ketika berada di tengah masyarakat, dia ingin sekolah. Sayangnya wali Bod, Silas tidak setuju dengan permintaan Bod karena menurutnya nyawa Bod masih diincar oleh Jack sang pria misterius.

Tapi kemudian Silas luluh juga. Bod akhirnya bersekolah dengan syarat Bod tidak boleh menonjolkan diri di kelas. Dia harus menjadi anak yang tidak diperhatikan oleh orang-orang. dan semuanya sudah terlambat ketika Bod dengan cerobohnya secara tidak langsung membuat orang-orang mulai memperhatikan kehadirannya.

“Tahukah kau betapa menyenangkan berada di dalam ruangan penuh orang, dan mereka semua bernapas?”

Ini merupakan buku Neil Gaiman kedua yang saya baca setelah The Ocean at the End of the Lane. Saya akui sejak membaca The Ocean at the End of the Lane(atau judul bahasa Indonesianya: Samudra di Ujung Jalan Setapak), saya jatuh cinta dengan Neil Gaiman. Mulai dari ide ceritanya yang menurut saya brilian, sampai ke gaya penceritaannya yang tidak bisa dibilang biasa

The Graveyard Book, walaupun tidak secantik dan seciamik The Ocean at the End of the Lane, masih berhasil memberikan pengalaman berpetualang bersama karakter-karakter di dalamnya. Apalagi dengan adanya beberapa ilustrasi-ilustrasi keren yang menjadi penunjang cerita.

Untuk karakter-karakternya, selain Bod, saya suka dengan Liza Hempstock, yang membuat saya curiga jangan-jangan Liza ini salah satu anggota keluarga Hempstock yang juga muncul di The Ocean at the End of the Lane.

Buku ini saya rekomendasikan untuk siapa saja yang tertarik untuk mencoba referensi bacaan yang berbeda dari biasanya. Dan, The Graveyard Book cocok juga dibaca oleh anak-anak walaupun ada beberapa bagian yang sedikit “sadis” untuk ukuran anak-anak.

”Orang ingin melupakan hal-hal yang mustahil. Ini membuat dunia mereka lebih aman.”


MEMORABLE QUOTES

  • ”Yah, kau tidak bisa terus di sini seumur hidupmu. Ya, kan? Suatu hari kau akan tumbuh dewasa, lalu kau harus pergi dan hidup di dunia luar.” – Hal. 75

  • ”Ke mana pun kau pergi, kau selalu membawa dirimu sendiri.” – Hal. 124

  • “Rasa takut itu menular. Kau bisa tertular rasa takut. Kadang-kadangcukup dengan seseorang mengatakan mereka takut, danketakutan itu akan menjadi nyata.” – Hal. 216

  •  “Orang mati tidak membuatmu kecewa. Mereka sudah menjalani hidup mereka, melakukan apa yang telah mereka lakukan. Kami tidak berubah. Orang hidup, mereka selalu mengecewakanmu kan?” – Hal. 226
  •  “Semua orang di sini sudah pernah mengecap hidup mereka, sekalipun hidup itu singkat. Sekarang giliranmu. Kau harus hidup.” – Hal. 345

RATING 5/5

p.s.: Surprise! The Graveyard Book telah dibeli hak ciptanya oleh Disney untuk diadaptasi ke layar lebar. Yay! *tiup terompet*. Kabarnya lagi, Ron Howard masih dalam tahap negosiasi untuk diminta menjadi sutradaranya.
Sumber berita:




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar