Jumat, 03 Juli 2015

[Book Review] Wonderstruck by Brian Selznick






Judul: Wonderstruck
Pengarang: Brian Selznick
Penerbit: Mizan Fantasi
Tahun Terbit: 2013
Tebal: 648 halaman

“And I'm floating in a most peculiar way. And the stars look very different today.”

Kawanan serigala itu menatap Ben lekat dengan taring-taring putih berkilat dan lidah merah menjulur. Mereka mulai berlari melintasi hamparan salju tak berbatas di bawah terpaan sinar bulan. Jantung Ben berdegup bertalu-talu. Keringat mulai mengucur deras. Mimpi yang sama. Apa maksud semua ini? Mengapa mimpi-mimpi itu terus menghampirinya sejak kecelakaan itu terjadi? Andai Ben tahu, mimpi-mimpi itu barulah awal dari rentetan kejutan dalam hidupnya dan … petunjuk berharga untuk menemukan sang ayah yang lama menghilang.

Wonderstruck, disanjung pembaca di seluruh dunia sebagai salah satu buku menakjubkan. Ilustrasi yang sarat makna berpadu dengan teks yang mengalir menjadi satu cerita yang utuh, membuat Selznick layak disebut genius

“Ben menatap lukisan langit malam di tembok melengkung di belakang diorama. Tergambar di sana .... Beruang Besar. Dan di ujung Beruang Kecil, Ben dapat melihat Bintang Utara dengan jelas, tetapi ia tak pernah merasa setersesat ini.”

Saya belum pernah membaca The Invention of Hugo Cabret, karya Brian Selznick lain yang dulu sempat booming dan sudah diadaptasi ke layar lebar itu. Buku ini menjadi perkenalan saya yang pertama dengan si penulis.

Sebelum membaca Wonderstruck, saya pikir buku ini bercerita tentang anak laki-laki yang punya kekuatan super setelah tersambar petir dan kemudian mengalami petualangan tak terduga setelah mendapat kekuatan super -___- apalagi melihat penerbitnya Mizan Fantasi. Saya sama sekali tidak menyangka kalau buku ini bukan buku fantasi. Well, tidak sepenuhnya salah juga sik, karena memang peristiwa tersambar petir menuntun Ben menuju petualangan menakjubkan :D.

Buku ini memberikan sensasi segar yang berbeda dalam membaca sebuah buku. Jika biasanya buku-buku yang punya ilustrasi mengilustrasikan apa yang diceritakan, di dalam buku ini ilustrasinya ikut bercerita, bahkan lebih terasa hidup dan emosional daripada rangkaian tulisan sang penulis.

Memang benar yang dikatakan salah satu komentar tentang buku ini di kavernya, buku ini membuat pembacanya betah berlama-lama membacanya. Karena didominasi oleh ilustrasi yang bikin terkagum-kagum, sehingga tidak terasa kalau ceritanya sudah mau selesai.

Saya kira ilustrasi dan cerita di buku ini adalah dua cerita berbeda, karena di awal-awal fokus penceritaannya berbeda. Ternyata, sesungguhnya dua kisah berbeda di tulisan dan ilustrasinya merupakan satu kesatuan yang saling berhubungan satu sama lain. Penasaran kan apa hubungan keduanya? Ayo baca buku ini, saya jamin nggak akan menyesal. Buku yang wajib dikoleksi dan baca-ulang-able x))

Yang paling saya suka adalah endingnya. Diakhiri dengan manis dan mengharukan, dan yang penting segala pertanyaan yang membuat penasaran pembaca akan terjawab di akhir kisahnya.

“Dalam hal ini, siapa pun yang mengoleksi benda-benda di rumahnya sendiri adalah seorang kurator. Hanya dengan menentukan bagaimana memajang benda-benda milikmu, memutuskan foto apa yang akan dipajang di mana, dan bagaimana urutan buku-bukumu, membuatmu berada di kategori yang sama dengan seorang kurator museum.”

RATING 5/5

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar