Selasa, 03 Desember 2013

[Book Review] L by Kristy Nelwan




sorry gambar cover-nya jelek, nggak nemu di internet sih, jadi difoto sendiri xD



Judul: L
Pengarang: Kristy Nelwan
Penerbit: Grasindo
Tahun Terbit: 2012 (cetakan keempat)
Tebal: 394 halaman

“Buat aku, rasa sakit yang kita tanggung waktu kita nyakitin orang itu jauh lebih sakit daripada waktu kita yang disakitin.”

Karena blurb di sampul belakang buku ini sudah cakep dan misterius, jadi untuk sinopsis ceritanya saya comot langsung dari blurb di cover belakangnya aja yaaa ;) *alesan* *padahal males bikin sinopsis baru*

Ava Torino, twenty something girl, yang bekerja sebagai produser di sebuah stasiun televisi lokal di Bandung, agak berbeda dengan perempuan pada umumnya. Ava not really into romantic or love things

Ia menganggap pacaran adalah sesuatu yang seharusnya fun. Dan, biar semakin fun, ia nekad meneruskan ide gilanya semasa kuliah dulu: berganti-ganti pacar, sampai ke 26 alfabet tergenapi sebagai huruf awal nama-nama sang pacar.

Dengan ke-adventurous-annya, tidak sulit bagi Ava untuk memenuhi rencana gilanya itu. Namun, tanpa disangka, cowok yang paling sulit ditemukan justru yang namanya berawal huruf L. Maka, cara berpikirnya yang logis memutuskan, siapa pun dia, si L akan menjadi the Last Love-nya. 

Sayang, Ava tidak menyadari betapa rahasia semesta ini terlalu besar untuk ditaklukkan oleh logika pikirannya.... hingga terjadilah peristiwa itu....

“Ada yang bilang kalau waktu rasanya berlalu cepat. Bersyukurlah, karena itu berarti kita adalah orang yang berbahagia.”

Buku ini sukses saya baca hanya seharian saja! Entah ilmu hipnotis apa yang dipakai penulisnya sehingga membuat saya tersihir dan semakin tidak bisa berhenti membacanya sampai selesai. Benar-benar pengalaman membaca yang menyenangkan ;)

Buku ini juga merupakan metropop pertama yang saya beri bintang 5!!! Sumpah saya tidak bisa mengalihkan perhatian saya dari pesonanya.

Poin-poin yang saya suka:


  • Buku ini cukup berbeda dengan metropop pada umumnya, buku ini selain berisi soal cinta. Tapi cintanya dibahas dengan dalam, dengan menjelaskan konsep cinta sebenarnya tanpa menggurui pembacanya.

  • Ide ceritanya yang gila pada awal dan nyesek di akhir :|

  • Pembahasan Ava dan teman-temannya soal film romance favorit saya sepanjang masa; Before Sunrise dan Before Sunset. Yah walaupun kontennya bermuatan spoiler buat yang belum nonton ;)

  • Kemunculan buku terbaik sepanjang masa yang pernah saya baca; Tuesdays with Morrie. Memang ini tidak penting (yang soal Before Sunrise dan Before Sunset itu juga sik xD). Tapi rasanya kalau kita menemukan hal-hal yang juga kita suka di sebuah buku, sering timbul perasaan senang yang tidak dapat dijelaskan. Kalo yang udah pernah ngerasain pasti ngerti deh :D

  • Endingnya. Tidak dipaksakan dan apa adanya. Walaupun twist-nya ketebak sik .__.

Itulah hal-hal yang saya sukai tentang buku ini. Yang tidak saya sukai… hmmm.. apa ya? Ketikannya rapi sih jadi minim typo. Mungkin satu yang kurang saya suka dari buku ini. Covernya. Saya lebih suka cover yang lama sih daripada yang baru ini. Yang baru ini kurang artistik. *sok ngerti seni xD*

MEMORABLE QUOTES:

  • “Bayaran berapa pun bukan apa-apa kalau untuk mendapatkannya kita harus rela diperlakukan nggak adil. Siapa yang mau menghargai kita kalau bukan kita sendiri?” – Hal. 137

  • “Karena cewek tuh pake hati, Rei. cewek tuh perasaannya lembut. Cewek itu kayaknya kekurangan zat penyembuh luka sehingga luka dalam hati nggak pernah bisa sembuh dengan sempurna.” – Hal. 279

  • “Dulu gue selalu bilang: ‘Selama janur kuning belum terpasang, kita boleh-boleh aja terus usaha’. Tapi, sekarang pepatah gue udah beda. ‘Selama bendera kuning belum berkibar, kita boleh-boleh aja terus usaha’.” – Hal.284

  •  "Dan, kini aku percaya, bahwa dalam mencintai seseorang, kita harus menganggap hari yang kita jalani ini adalah hari terakhir yang kita punya.” – Hal. 365

  • “Rasa setia jadi bodoh kalau setianya sama orang yang salah….” – Hal. 383

  • “Cari apa pun, siapa pun yang kamu mau dalam hidup kamu, karena asal kamu usaha dan percaya, kamu akan menemukannya.” – Hal. 392


RATING 5/5

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar