Senin, 12 Januari 2015

[Book Review] Interlude by Windry Ramadhina






Judul: Interlude
Pengarang: Windry Ramadhina
Penerbit: GagasMedia
Tahun Terbit: 2014
Tebal: 372 halaman

“Masa lalu seperti belenggu, memang. Mengikat, kadang. Seperti menjadi bagian baru di diri kita. Bagian baru yang membebani.”

Hidup Hanna hancur sejak sebuah kejadian yang membuatnya trauma dan terluka. Kejadian tersebut mengubah Hanna menjadi pemurung, pendiam, tidak percaya diri dan yang lebih penting membuatnya tidak punya impian dan harapan lagi.

Sedangkan Kai adalah pemuda yang hobi mempermainkan perasaan perempuan. Kai berasal dari keluarga yang tak harmonis. Dia bukannya tidak punya impian, lebih tepatnya tidak punya keinginan untuk sekadar memikirkan apa impiannya.

Yang menjadi minat Kai hanyalah jazz. Dia bergabung ke sebuah grup jazz bernama Second Day Charm sebagai gitaris bersama dua personel lainnya, Gitta dan Jun.

Kai dan Hanna kemudian dipertemukan dengan tidak sengaja. Sikap Hanna yang pemalu dan tertutup membuat Kai penasaran. Kai pikir Hanna hanya berpura-pura acuh terhadapnya untuk menarik perhatiannya. Sampai kemudian perbuatan Kai membuat Hanna menjadi takut kepadanya.

Di saat Kai mulai merasakan hal yang berbeda kepada Hanna, perasaan yang tidak dirasakannya pada gadis-gadis yang pernah dikencaninya, Hanna semakin menjauh dan menghindari Kai. Bagaimana akhir kisah mereka? akankah Hanna dapat kembali menumbuhkan rasa percaya yang telah hilang di hatinya?

“Kau membiarkan rasa takut itu menjadi begitu kuat. Kau memeliharanya. Kau menyerah. Berhenti hidup seperti ini, Hanna. Kau berhak bahagia. Aku bisa membuatmu bahagia.”

Perlu diketahui terlebih dahulu kalau genre buku ini adalah New Adult. Dan seperti yang sudah diketahui, biasanya buku-buku New Adult punya ide cerita yang kelam, gelap dan covernya “seksi”. Begitu pula dengan buku ini (tapi untungnya cover buku ini cantik dan nggak bikin malu kalo dibaca di depan umum). 

Saya takjub, dan agak tidak percaya kalau buku ini ditulis oleh mbak Windry Ramadhina karena buku-buku karya mbak Windry yang sudah saya baca sebelumnya bercita rasa manis. Saya merasa agak menyesal sekali baru baca buku ini sekarang. Kalo tahu akan sebagus ini ceritanya, sudah dari dulu saya baca :D

Penggambaran mbak Windry tentang konflik batin Hanna dan Kai berhasil tersampaikan ke saya sebagai pembaca, di London: Angel saya tahu benar perasaan Gilang karena kurang lebih saya juga (masih pernah) merasakan apa yang dirasakan oleh Gilang *malah curcol*. Berbeda dengan Hanna dan Kai, saya (Alhamdulillah) tidak pernah merasa se-depresi mereka, tapi saya bisa merasakan itu.

Saya ikut terbawa emosi yang dirasakan oleh Hanna dan Kai. Terutama Hanna. Entahlah, bagaimana caranya, saya bisa mengerti  alasan kenapa Hanna dan Kai, misalnya melakukan tindakan tertentu. Mungkin karena Hanna dan Kai digambarkan punya sifat yang manusiawi sekali, seolah mereka memang nyata dan tindakan yang mereka ambil masuk akal.

Saya suka di buku ini mbak Windry kembali memberikan side story dari karakter lain. Dan side story itu tak kalah menarik dari kisah Hanna-Kai itu sendiri. Memberikan side story seperti ini menurut saya adalah hal yang bagus karena akan membuat karakter sampingan di sebuah buku tidak terkesan hanya tempelan atau pemanis semata.

Buat yang udah suka tulisan mbak Windry karena kadar kemanisan ceritanya nggak perlu takut kok buat baca buku ini. Walaupun kisah di buku ini kelam, endingnya tetap manisss. Saya suka! Apalagi bagian epilognya. Epic :)) saya juga suka dengan bab akhir sebelum epilog, bikin ngikik. Kebayang kalo buku ini difilmkan, terus Deddy Corbuzier jadi cameo :D

Setelah baca buku ini saya jadi pengin baca Walking After You nih xD yang mau ngasih monggo loh, akan saya terima dengan lapang dada x)) *kabur sebelum ditimpuk*

“Di dunia ini, beberapa orang hidup tenang, beberapa orang sebaliknya—mengalami kejadian buruk. Kedengarannya tidak adil, memang. Tapi, Hanna, mereka yang mengalami kejadian buruk dan bertahan dari semua itu akan menjadi lebih kuat dari yang lain. Mereka—spesial.”

RATING 4/5

[TV Show Adaptation Review] Pretty Little Liars (Season 1&2)







Judul: Pretty Little Liars
Diadaptasi dari: Prety Little Liars Series – Sara Shepard
Genre: Drama, Misteri, Romance

Selain film, ada juga beberapa serial televisi yang diadaptasi dari buku. Salah satunya adalah Pretty Little Liars. Serial televisi ini diadaptasi dari sebuah novel seri *yang nggak kelar-kelar x))* karya Sara Shepard.

Kisahnya sendiri tentang Aria, Hanna, Spencer dan Emily yang dulunya dipersatukan menjadi sahabat tak terpisahkan oleh Alison DiLaurentis. Tapi di suatu malam, Ali menghilang secara misterius. Satu tahun kemudian, mereka berempat yang menjadi tidak akrab lagi sejak hilangnya Ali tiba-tiba mendapat pesan teks ancaman dari nomor tak dikenal yang mengaku sebagai “A”.

Awalnya mereka kira yang mengirim pesan itu adalah Ali, karena pesan teks itu berisi rahasia pribadi mereka yang hanya diketahui oleh Ali. Tapi tiba-tiba Rosewood—kota tempat mereka tinggal—dikejutkan dengan penemuan mayat Alison.

Setelah penemuan tersebut, ancaman dari “A” semakin menjadi-jadi, seakan-akan “A” tahu segala rahasia yang dapat menghancurkan hidup mereka. siapakah “A” sesungguhnya?




Untuk versi novelnya, sejauh ini saya sudah membaca sampai seri ke-9, Twisted. Pengin lanjut baca buku ke-10 tapi kok makin ke sini ceritanya jadi rada maksa :D makanya saya kemudian memutuskan untuk ngikutin serialnya aja.

Agak susah sik soalnya udah ketinggalan 5 season dan tiap season episodenya lebih dari 20!!! Belum lagi selain serial ini saya juga ngikutin serial televisi lain (kayak Transparent, American Horror Story dan Jane the Virgin) juga drama-drama Korea x)) untunglah dengan usaha keras selesai juga sampe season 2.

Versi serial ini agak beda dari versi bukunya, ancaman-ancamannya dibuat lebih menegangkan dengan misteri yang berlapis-lapis. Sampai season 1 saya sangat penasaran apakah identitas “A” akan sama dengan yang di bukunya. Apalagi ada beberapa karakter yang di versi bukunya dimatikan/tidak dimunculkan malah dibiarkan hidup dan masih berperan penting di versi serialnya ini, begitu pula sebaliknya. Dan ada pula beberapa karakter tambahan (yang akan membuat ceritanya semakin panjang dan bertele-tele).

Sayangnya sampai saya akhirnya selesai menonton season 2-nya secara mengejutkan ternyata endingnya kembali mengikuti apa yang ada di bukunya. Tidak masalah sebenarnya andai saja saya belum baca bukunya, tapi karena saya sudah baca bukunya dan saya sudah tahu identitas asli “A” pertama, saya jadi sedikit kecewa sik. Menurut saya ancaman-ancaman yang dilakukan “A” di serial ini terlalu berlebihan kalau akhirnya tetap mengacu pada versi bukunya. Banyak plot hole! Asli!

Sisi baiknya, serial ini tidak sampai membuat saya bosan, at least saya berhasil menyelesaikannya sampai 2 season. Serius, saya betah mantengin serial ini bukan karena pemain-pemainnya yang cakep-cakep kok *walaupun harus diakui emang 4 pemeranuatamnya cakep-cakep terutama Aria & Hanna x))*. Ada daya tarik tersendiri yang dimiliki serial ini, mungkin karena cuplikan di setiap endingnya yang menunjukkan “kegiatan” “A” yang nantinya akan berpengaruh ke episode selanjutnya. 

Tapi untuk sekarang saya belum mau melanjutkan ke season 3, juga belum mau melanjutkan baca bukunya (fyi, sampai saat ini sudah sampe buku ke-16), mungkin nanti ketika tidak ada lagi serial bagus untuk ditonton/buku bagus untuk dibaca :D



Sabtu, 10 Januari 2015

New Authors Reading Challenge 2015






Tahun ini saya memutuskan untuk menantang diri saya sendiri lewat ikutan reading challenge. Dan reading challenge yang akan saya ikuti adalah New Authors Reading Challenge (NARC) 2015 yang diadakan oleh mbak Ren.

Bagi kalian yang mau ikutan, bisa melihat langsung di sini untuk mengetahui apa saja rules-nya. Dan... kabar baiknya reading challenge ini juga ada hadiahnya looh ;))

Tahun ini, karena baru pertama kalinya ikutan reading challenge, saya menantang diri saya di level Easy (1-15 buku) saja terlebih dahulu. Tapi mudah-mudahan nanti bisa naik level ke yang lebih tinggi deh :D untuk kategori tambahannya, saya memilih kategori Ebook Lover dan Support Local Author.
 
Yang mau ikutan, tunggu apa lagi? Tantang diri kalian dengan ikutan reading challenge ini :))