Jumat, 20 Desember 2013

#SSBBI 2013





Hola! Bagaimana kabar kalian? Semoga sehat-sehat saja yaa... :))


Akhirnya blog ini punya postingan baru juga walaupun postingannya bukan review, saya harap kalian yang sudah menantikan review saya nggak kecewa xD *ditimpuk* apa boleh buat, akhir-akhir ini mood baca saya menurun sik .__.


Kali ini, postingan saya berkaitan dengan sebuah event keren dari BBI, Secret Santa. Fyi, ini merupakan pertama kalinya saya ikutan Secret Santa *info maha penting* *nggak penting yak? Udah deh dipenting-pentingin aja xD*, dan Santa saya yang baik mengirimkan paket berisi:

 Paper Towns by John Green!!! 
Yay! Koleksi buku John Green saya bertambah satu \(^o^)/


dengan bonus...
 Bookmark buatan sendiri yang wangi.
Baidewei wanginya yang maskulin ini membuat saya mengira kalau santa saya laki-laki xD


Ini dia riddle-nya:




 
A bookworm and a numberphile bumps in a masquerade party. The numberphile is the bookworm’s secret santa this year. Naturally, the bookworm wants to know the numberphile’s name. so, the numberphile gives this riddle:

“First ask the answer to life, the universe and everything, plus 3!

Then, count all J.K. Rowling/Robert Galbraith’s book title so far!

Knowing that many times Ken Kesey flew over the cuckoo’s nest!

Looking at the Hercule Poirot’s series number in Death on the Nile!

Lastly, I’m Pittacus Lore’s first Lorien Legacies!”

After that the numberphile leaves with the lingering scent opsing from the handmade bookmark in the hope that the bookworm likes the gift from their both favorite YA author.

~dftba~



Riddle-nya cerdas! Gampang-gampang susah sik mecahinnya :)

Oke, saatnya saya pamit, nggak sabar pengen bikin postingan tebakan identitas sang Santa tahun depan (30 Januari) ;)) 


p.s.: buat Santa saya tahun ini, makasih banyak yaa atas hadiahnya :)) DFTBA! xD

Selasa, 03 Desember 2013

[Book Review] Rhapsody by Mahir Pradana






 Judul: Rhapsody
Pengarang: Mahir Pradana
Penerbit: GagasMedia
Tahun Terbit: 2013
Tebal: 324 halaman

“Well, sebuah cerita menarik tidak memerlukan nama karakter yang keren atau malah dibuat-buat. Let’s focus more on the story of my dream and not the story behind my name.”

Abdul Latif, atau nama kerennya: Al merupakan penggemar Coldplay. Punya kisah cinta masa lalu yang kelam. Dan seorang pemimpi. Dia berhasil mewujudkan mimpi besarnya untuk membangun sebuah hostel di Makassar, kota kelahirannya. Bangunan hostel itu dulunya adalah hotel milik almarhum ayah Al. Karena diwariskan kepada Al dan kakak perempuannya, maka Al memutuskan untuk merombaknya dari bangunan hotel murah di dekat Pantai Losari, menjadi hostel untuk budget traveler.

Tapi yang namanya mimpi pasti ada saja hambatannya. Hostel yang bernama Paradise Hostel itu jarang ada pengunjung. Selain itu datang juga hambatan dari kakak perempuan Al satu-satunya—Siska—yang masih saja berusaha membujuk Al untuk menjual saja bangunan itu.

Keajaiban pun datang. Seorang pria berkebangsaan Spanyol, Miguel suatu hari mendatangi Al. Usut punya usut Miguel merasa dia punya hutang budi pada Al atas kebaikannya di masa lalu. Berkat dukungan dan bantuan dari Miguel, Paradise Hostel mulai ramai dikunjungi wisatawan lokal sampai wisatawan asing.

Dan lagi-lagi hambatan terkadang tak cukup hanya datang sekali. Selain itu Al juga dihadapkan dengan cinta lain di masa lalunya lagi.


“Begitulah wanita. Mereka selalu membuat kita menunggu.”


Buku ini merupakan buku yang sudah saya nantikan kehadirannya. Yeah bisa dibilang saya merupakan salah satu penggemar bang Mahir sejak membaca Here, After-nya dan cerpen-cerpennya di Menuju(h) dan Dongeng Patah Hati.

Serius saya tidak lagi peduli bentuk cover atau pun blurb buku ini. Melihat nama pengarangnya saja sudah membuat saya ingin membawanya pulang dari toko buku (tentu saja setelah membayar sebelumnya, bisa dikejer mbak toko bukunya dong kalo main bawa pulang aja xD). Dan sekali lagi saya harus mengakui cover dari penerbit yang satu ini memang hampir selalu bagus sik, jadi cover (juga blurb-nya) menambah poin plus buku ini di mata saya.

Satu dari sekian banyak faktor yang membuat saya suka pada tulisan bang Mahir adalah dia selalu memberikan pengetahuan-pengetahuan menarik yang sama sekali belum saya ketahui. Pun begitu dengan buku ini. Saya suka sekali dengan pemaparan konsep tentang Banco de Favores. Jujur saja membuat saya jadi lebih bersemangat menabung ke Banco de Favores ;))

Selain itu keajaiban-keajaiban alias miracles yang terjadi di buku ini juga salah satu yang saya sukai. Membacanya membuat saya benar-benar percaya akan kekuatan dari hal yang bernama; percaya.

Tapi… sorry banget nih bang Mahir, buat saya pribadi Rhapsody tidak semenakjubkan Here, After. Salahkan saya yang susah mup ong xD

Poin lain yang saya suka adalah bagaimana bang Mahir menggambarkan kota Makassar tidak kalah eksotis dengan kota-kota lain di dunia (yang sukses membuat saya ingin berlibur ke sama xD). Dan saya merasa ‘tertampar’ ketika buku ini menyadarkan saya kalau sebenarnya tidak perlu menunggu pemerintah untuk mengenalkan tempat-tempat bersejarah atau tempat wisata di Indonesia ini. Toh kalau ada kemauan, kita juga bisa.

Hampir lupa, saya suka semua Lesson of Life-nya. Yang paling saya sukai sih #5 (Love is not an easy thing. Be prepared!), #6 (Everybody loves a joker, but nobody likes a fool.), #7 (Every dream has a deadline. Then a good dreamer must ignore the deadline.), #8 (There will always be trouble that makes you so angry that you want to burn the world down. But if the world is burned, where will you live?) dan #10 (The world is a compilation of dreams that have come true.). Tapi semuanya keren kok.

Spesial untuk bang Mahir, sukses untuk Rhapsody-nya dan saya akan selalu menunggu karya-karyamu. I am your number one fan *niru gaya Annie di Misery xD*.

MEMORABLE QUOTES:

  • “Inilah kelemahan orang Indonesia pada umumnya. Terlalu banyak pertimbangan sebelum bekerja. Belum melaksanakan kewajiban sudah menuntut hak.” – Hal. 96
  • “Mengapa menggunakan kata 'jatuh'? apakah karena ketika kita merasakan cinta, kita tidak bisa mengendalikan diri? Apakah sebaiknya kita pasrah saja ketika 'jatuh' dan menunggu sampai terbentur di dasar?” – Hal. 135
  • “Pada akhirnya, setiap pulang ke rumah dari sebuah perjalanan, kamu akan kembali sebagai seseorang yang berbeda.” – Hal. 155
  • “Dan, bahwa kenyataan adalah sesuatu yang bersifat oportunis. Kenyataan selalu mencari kesempatan dalam kesempitan. Kenyataan sellau siap mengambil alih jika kita sudah menyerah mengejar impian kita.” – Hal. 175
  • “Cinta itu hanya mengandung dua pengertian! Yang pertama hanya dongeng anak kecil. Yang kedua adalah kebohongan yang dipakai oleh orang dewasa untuk mendapatkan seks. Now, which one do you have?” – Hal. 212
  • “This is what is called falling in love, my dear little brother. Love never cares about your past.” – Hal. 224
  • “Tidak ada orang yang bisa merencanakan kapan dirinya harus jatuh cinta. Cinta itu terjadi begitu saja.” – Hal. 225
  • “You said something as if you have to choose one between love or dream. But for me, my dream is to have you as my love.” – Hal. 291
  • “Berhasil atau tidak, cinta itu selalu layak untuk diperjuangkan.” – Hal. 308


RATING 4/5