Sabtu, 15 Desember 2012

[Book Review] Kembalinya Sang Raja by J.R.R. Tolkien







Judul Buku  : Kembalinya Sang Raja (The Lord Of The Rings #3)
Pengarang  : J.R.R. Tolkien
Penerbit  : Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit  : 2012 (Cetakan kelima)
Tebal : 520 Halaman


ABOUT
Situasi semakin kacau. Gondor dikepung oleh pasukan utusan Sauron, sang Penguasa Kegelapan. Mulai dari Orc, Troll, hingga Goblin yang dengan bodohnya mau menuruti perintah Penguasa Kegelapan lewat tangan kanannya, Sauron.
Penguasa Gondor, Denethor menjadi gila dan depresi karena kehilangan orang-orang yang dicintainya. Makin banyak korban berguguran akibat perang antara kebaikan melawan kejahatan ini.
Ketika harapan untuk menang mulai hilang, muncullah rombongan yang dipimpin oleh Aragorn (Strider), dan rombongan-rombongan lain yang sudah dimintai bantuan oleh Aragorn. Akhirnya, Gondor, Rohan, dan kaum DĂșnedain bersatu melawan pasukan jahat utusan Penguasa Kegelapan.
Di lain tempat, Sam dan Frodo –yang hampir saja mati karena Orc namun berhasil diselamatkan Sam– masih berusaha meneruskan perjalanan mereka menuju Celah Ajal untuk menghancurkan penyebab semua kekacauan ini terjadi, Cincin Utama.
Tapi, Frodo dan Sam tidak menyadari kalau ternyata Gollum masih hidup dan masih berusaha mengincar cincin terkutuk itu.


THE REVIEW
Finally! Salah satu ending yang mampu memuaskan ekspektasi saya telah dibawakan dengan epik. Saya sama sekali tidak menyesal sudah membaca trilogi menakjubkan ini. Buku ini semakin mengukuhkan kecintaan saya pada karya-karya Tolkien.
Kisah di buku ini akan semakin suram, dan semakin banyak adegan peperangan. Alur dan narasinya memang khas Tolkien, sedikit lambat dan sangat detail tapi tetap menyenangkan untuk diikuti. Sang pengarang juga lihai dalam menggambarkan karakter-karakter yang muncul di bukunya.
Dan, selain memuaskan saya dengan endingnya yang cetar membahana badai, buku ini juga dilengkapi dengan Apendiks yang sangat sangat lengkap. Isinya pun bermacam-macam, tentang sejarah para Raja dan Penguasa, silsilah-silsilah, sistem penanggalan, sistem bahasa, dan masih banyak lagi yang dibahas di bagian ini. Tak ketinggalan juga, seperti seri-seri sebelumnya, seri ini juga melampirkan peta-peta yang lebih lengkap dari seri-seri sebelumnya.
Terakhir, karena karakter Frodo sudah sangat melekat di hati saya, Frodo Baggins telah  menjadi salah satu memorable characters untuk saya.



MEMORABLE QUOTES :

  • “Orang! Sama sekali bukan! Aku ini hobbit. Aku bukan orang dan aku tidak pemberani, kecuali mungkin sesekali, bila diperlukan. Jangan biarkan Gandalf menipu kalian.” – Hal. 19

  • “Dia tidak tahu nasib apa yang menunggunya; namun seandainya pun dia tahu, dia tetap akan maju terus.” – Hal. 58

  • “Tangan seorang raja adalah tangan penyembuh, dan dengan demikian raja yang asli bisa dikenali.” – Hal. 165

  • “Semuanya memang tanpa harapan, jadi tidak baik kalau cemas tentang hari esok. Mungkin saja hari esok tidak pernah datang.” – Hal. 229



RATING 5/5

Selasa, 11 Desember 2012

[Book Review] Dua Menara by J.R.R. Tolkien







Judul Buku  : Dua Menara (The Lord Of The Rings #2)
Pengarang  : J.R.R. Tolkien
Penerbit  : Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit  : 2012 (Cetakan kelima)
Tebal : 432 Halaman


ABOUT
Rombongan Pembawa Cincin terpisah-pisah karena serangan tiba-tiba dari sepasukan Orc.
Strider a.k.a Aragorn, Legolas dan Gimli meneruskan perjalanan untuk meminta bantuan pada Raja Theoden dan pasukannya sambil berusaha mengikuti jejak yang ditinggalkan Pippin dan Merry. Di perjalanan, mereka mendapatkan kejutan besar yang tidak disangka-sangka.
Pippin dan Merry ditangkap oleh sekelompok Orc yang menyerang mereka. Ketika mereka bisa melarikan diri, mereka bertemu dengan Treebeard si Ent, penguasa Hutan Fangorn. Mereka beruntung karena Treebeard dan teman-temannya mau membantu mereka mencari rombongan yang lain.
Sedangkan Frodo dan Sam tersesat di Emyn Muil, sebuah perbukitan gersang. Mereka tetap melanjutkan perjalanan untuk memusnahkan Cincin Utama dengan Gollum yang menjadi tawanan sekaligus penunjuk jalan mereka. Gollum mengetahui jalan-jalan rahasia yang bisa ditempuh.


THE REVIEW
Dalam seri kedua ini, kisah para Pembawa Cincin akan semakin seru. Lebih banyak adegan peperangan, dan tensi ketegangan semakin meningkat.
Ajaibnya, mungkin karena saya sudah terbiasa dengan gaya penulisan J.R.R Tolkien yang kalimat deskripsinya panjang, saya tidak terlalu merasa terganggu lagi dengan hal itu.
Yah, walaupun saya agak sedikit bosan, pada porsi cerita rombongan Aragorn. Tapi, rasa bosan pun seketika hilang ketika memasuki lebih dari separuh isi buku. Akhirnya! Tokoh yang kita cintai muncul lagi. Ya, Frodo dan Sam memang baru muncul ketika bagian pertengahan buku ini. Padahal saya sudah sangat penasaran  bagaimana kelajutan kisah mereka.
Di buku ini juga tokoh-tokohnya akan semakin bertambah banyak. Dan itu tidak akan bisa dihindari, mengingat petualangan para pembawa cincin yang harus menempuh perjalanan jauh dan berliku. Tentu saja mereka akan bertemu dengan rombongan-rombongan lain.
Saya akui, lagi-lagi J.R.R Tolkien membuat saya penasaran kelanjutan kisah menakjubkan ini ketika buku ini selesai saya baca.


MEMORABLE QUOTES

  • “Pada dialah segalanya bergantung. Pencarian kita hanya satu titik kecil dalam perbuatan-perbuatan besar masa kini. Pengejaran yang sejak awal mungkin sudah sia-sia, tak bisa diperbaiki ataupun dirusak oleh pilihanku.” – Hal. 31

  • "Sebab bukan kita yang akan membuat legenda di masa ini, melainkan generasi yang datang setelah kita. Bumi yang hijau, katamu? Bumi yang hijau adalah suatu legenda hebat, meski kau menginjaknya di siang hari!” – Hal. 42

  • “Setiap orang punya benda kesayangan yang sulit dipercayakan pada orang lain. Tapi sampai hatikah kau memisahkan orang tua dari topangannya? Ayolah, masa kau tidak membolehkan kami masuk?” – Hal. 137

  • “Kalau memang hanya ada satu jalan, aku harus menapakinya. Apa yang terjadi sesudahnya, memang harus terjadi.” – Hal. 290

  • “Majikan baik! Kalau begitu, sekarang istirahat dulu, hobbit-hobbit manis,  di bawah bayangan batu-batu, rapat di bawah bebatuan! Istirahatlah dan berbaring tenang, sampai Wajah Kuning pergi. Lalu kita bisa pergi cepat. Lembut dan cepat, seperti bayangan!” – Hal. 302

  • “Meski begitu, Gondor telah menyebabkan pembusukannya sendiri, dan mengalami penurunan secara bertahap, mengira Musuh tertidur, padahal Musuh hanya terusir, tapi belum hancur.” – Hal. 339

  • “Elrond sudah mengatakan padaku bahwa aku akan menemukan persahabatan di jalan, rahasia dan tak terduga. Aku tak pernah berharap akan mendapatkan persahabatn seperti yang kautunjukkan. Dengan menemukannya, kejahatan berubah menjadi kebaikan.” – Hal. 361



RATING 4.5/5


Sabtu, 08 Desember 2012

[Book Review] Sembilan Pembawa Cincin by J.R.R. Tolkien







Judul Buku  : Sembilan Pembawa Cincin (The Lord Of The Rings #1)
Pengarang  : J.R.R. Tolkien
Penerbit  : Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit  : 2012 (Cetakan kesembilan)
Tebal : 448 Halaman


ABOUT
Frodo Baggins, keponakan Bilbo Baggins yang diangkat anak oleh Bilbo Baggins mendapatkan warisan dari Bilbo berupa seluruh hartanya dan sebuah cincin yang sakti. Cincin yang bisa membuat pemakainya menghilang.
Bilbo menitipkan Frodo pada Gandalf, sang penyihir sahabatnya karena Bilbo ingin menghabiskan masa tuanya dengan berpetualang. Bilbo juga meminta Gandalf untuk menjaga Frodo agar menggunakan cincin yang diwariskannya dengan bijak.
Suatu hari  Gandalf menyadari kalau cincin ajaib itu adalah sebuah Cincin Utama milik Penguasa Kegelapan di negeri Mordor. Cincin itu dapat menguasai pemiliknya dan memberi Pengaruh yang sangat jahat. Hanya satu cara untuk menghancurkannya, dengan melemparkannya ke Celah Ajal di kedalaman Orodruin, Gunung Api.
Ditemani oleh Sam – anak tukang kebun Bilbo –, Merry, dan Pippin, Frodo memutuskan untuk menghancurkan cincin itu. Petualangan Frodo pun dimulai. Sempat terlintas rasa sesal di dalam pikiran Frodo karena perjalanannya yang ditempuhnya sangat sulit. Apalagi ternyata mereka diincar oleh para Penunggang Hitam yang merupakan utusan dari Penguasa Kegelapan.
Ketika kemudian mereka sampai di Rumah Elrond, sudah banyak yang berkumpul untuk mengadakan rapat. Dari hasil rapat itu, dibentuklah Sembilan Pembawa Cincin untuk memusnahkan Cincin Utama di Celah Ajal. Mereka terdiri dari Frodo, Sam, Gandalf, Legolas, Gimli , Aragorn, Strider, Merry, dan Pippin.
Namun, perjalanan mereka sesungguhnya tidak akan pernah berjalan mulus. Karena mereka tidak menyadari kalau ternyata mereka diincar oleh banyak kelompok. Tentu saja yang mereka incar adalah Cincin Utama yang tergantung di leher Frodo. Mereka mulai kelabakan manakala pasukan Orc menyerang, pasukan ini sangat kuat dan merupakan penyembah Penguasa Kegelapan.


THE REVIEW
Kalau The Hobbit ibarat prolog untuk kisah The Lord Of The Rings, maka seri pertamanya ibarat bab-bab awal dari kisah fenomenal ini.
Tapi, saya sarankan sebelum anda membaca buku ini lebih baik baca dulu The Hobbit. Karena buku ini bisa dibilang melanjutkan lagi kisah Bilbo Baggins – karakter utama di The Hobbit – tapi  dengan lebih banyak menyorot kisah Frodo.
Selain itu, pada bagian prolog buku ini diceritakan kembali kisah Bilbo ketika menemukan cincin ajaib. Maka sangat rugi bagi kalian yang belum membaca The Hobbit karena bagian ini sangat sangat mengandung spoiler.
Buku ini juga membeberkan fakta tentang asal muasal Gollum, sang pemilik Cincin Utama sebelumnya, dan bagaimana dia bisa mendapatkan cincin yang punya kekuatan jahat itu. Segelintir karakter yang muncul di The Hobbit pun tak ketinggalan untuk turut memeriahkan petualangan Frodo.
Sayangnya, J.R.R. Tolkien memberikan terlalu banyak detail yang membuat saya sedikit bosan membacanya. Untungnya lagu-lagu atau syair-syair di buku ini dapat membantu menghilangkan rasa bosan saya.
Karena buku ini tentang petualangan, tak heran kalau karakter buku ini banyak sekali. Jadi, cukup memerlukan konsentrasi tinggi untuk mengingatnya. Apalagi nama-nama karakter ataupun tempatnya agak mirip. Saya saja sering keliru membedakannya.
Tapi, dibalik kekurangannya buku ini tetap layak dibaca. Apalagi dengan sebuah ending yang semakin membuat penasaran pembacanya untuk mengikuti petualangan Frodo. Saya dibuat tidak sabar untuk segera membaca seri ke-2 nya.


MEMORABLE QUOTES

  • “Tetaplah di atas rumput hijau. Jangan mencampuri urusan batu-batu kuno atau Wight yang dingin, atau mengorek-ngorek rumah mereka, kecuali kalau kalian orang-orang kuat dengan hati yang tak pernah bimbang!” – Hal. 172

  • “Tapi kewaspadaan dan keraguan adalah dua hal yang berbeda. Kalian tidak akan pernah sampai ke Rivendell sendirian, dan mempercayaiku adalah kesempatan kalian satu-satunya.” – Hal. 210

  • “Aku tampak buruk dari luar, tapi terasa bagus di dalamnya. Begitukah? Emas belum tentu gemerlap, tak semua pengembara tersesat.” – Hal. 216

  • “Banyak sekali kekuatan di dalam dunia, untuk kebaikan atau untuk kejahatan.” – Hal. 273

  • “Dalam dirimu terdapat sesuatu yang lebih hebat daripada yang terlihat, seperti kukatakan kepadanya dulu.” – Hal. 403

  • “Pekerjaan yang belum dimulai adalah yang butuh waktu paling lama untuk diselesaikan.” – Hal. 443



RATING  4/5

Jumat, 07 Desember 2012

[Book Review] The Hobbit by J. R. R. Tolkien






Judul Buku  : The Hobbit
Pengarang  : J.R.R. Tolkien
Penerbit  : Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit  : 2012 (Cetakan keenam)
Tebal  : 352 Halaman


ABOUT
Suatu hari seorang hobbit bernama Bilbo Baggins kedatangan tiga belas kurcaci yang mengunjungi rumahnya. Mereka adalah Dwalin, Balin, Kili, Fili, Dori, Nori, Ori, Oin, Gloin, Bifur, Bofur, Bombur, dan Thorin. Semua ini tidak lain tidak bukan adalah ulah Gandalf, penyihir yang hobi berpetualang. Tiga belas kurcaci ini mengira Bilbo Baggins adalah pencuri handal karena Gandalf membuat tanda di daun pintu liang hobbit milik Bilbo Baggins. Dan tiga belas kurcaci serta Gandalf bermaksud mengajak Bilbo Baggins berpetualang untuk merampas kembali harta kaum kurcaci masa lalu dari Smaug, naga yang jahat.
Tentu saja Bilbo Baggins menolak. Dia lebih memilih bersantai selamanya di liang hobbitnya daripada bersusah payah bergabung dalam petualangan. Tapi, selain mengalir darah Baggins yang suka bersantai, di dalam diri Bilbo juga mengalir darah Took yang suka pergi berpetualang. Bilbo menduga pengaruh darah Took lah yang mendorong dia memutuskan ikut.
Awalnya Bilbo dianggap hanya menambah beban mereka. Kemudian semua berubah sejak Bilbo menemukan cincin ajaib yang bisa membuatnya menghilang, para rombongan ini malah merasa sangat berterima kasih dan berhutang budi pada Bilbo.
Banyak sekali rintangan yang harus dihadapi oleh mereka. Menghadapi troll yang bodoh tapi berbahaya, diserang oleh goblin, dikejar serigala, ditangkap oleh sekelompok labah-labah, juga dijadikan tawanan oleh Raja Peri.
Setelah melewati semua rintangan akhirnya mereka sampai di Gunung Sunyi tempat Smaug selama ini tinggal menjaga harta rampasannya. Di sisi lain ternyata banyak pihak-pihak lain yang menginginkan harta rampasan milik Smaug. Apalagi tidak adanya Gandalf menemani mereka, semua yang mereka lalui terasa sangat sulit.


THE REVIEW
Sebenarnya saya sudah punya buku ini yang terbitan tahun 2002, tapi ketika melihat boxset The Lord Of The Rings, saya tidak bisa menahan diri untuk membelinya.
Buku ini bisa dibilang sebuah pembuka yang sempurna untuk trilogi The Lord Of The Rings. Bercerita tentang cikal bakal penemuan Bilbo Baggins terhadap sebuah cincin sakti yang sangat berguna untuk petualangannya merebut harta bersama teman-teman kurcacinya.
Sangat ringan dan menghibur. Ya, itulah kesan yang saya dapat ketika membaca kisah Bilbo Baggins ini. Cocok dibaca untuk semua umur. Mengajarkan pembacanya untuk berani mengambil keputusan. Dan berani menghadapi resiko yang ditimbulkan oleh keputusan yang kita buat.
Bagian yang saya suka dari buku ini ketika Bilbo Baggins dan Gollum (yang belakangan diketahui sebagai pemilik cincin ajaib yang ditemukan Bilbo) saling menanyakan teka-teki andalan mereka. Saya merasa bodoh karena tidak mengetahui satupun jawaban teka-teki mereka. Ini teka-teki favorit saya :

Benda ini makan segalanya:
Burung, binatang, pohon, dan bunga;
Mengerat besi, menggigit baja;
Batu keras pun digilingnya;
Membunuh raja, menghancurkan kota,
Meruntuhkan gunung sampai rata.

Jawabannya? Silahkan temukan sendiri di The Hobbit.


MEMORABLE QUOTES :

  • “Apa kau mendoakan aku selamat di pagi ini, atau bermaksud mengatakan bahwa pagi ini penuh keselamatan? Atau bahwa pagi ini kau merasa selamat, atau pagi ini kita akan selamat?” – Hal. 14-15

  • “Aku yang membawanya, dan aku tidak pernah membawa sesuatu yang tidak berguna. Kalian boleh pilih: membantuku mencarinya, atau aku pergi meninggalkan kalian.” – Hal. 113

  • “Apakah kami melakukan kejahatan kalau kami tersesat di hutan, kelaparan dan kehausan, serta terperangkap labah-labah? Apakah labah-labah binatang kesayanganmu, sehingga kau marah karena kami membunuh mereka?” – Hal. 203

  • “Semua naga pasti punya titik kelemahan” – Hal. 255

  • “Tentu saja kau boleh bertanya! Aku datang dari bawah bukit, dan berjalan naik-turun bukit. Juga melalui udara. Akulah yang berjalan tanpa terlihat.” – Hal. 257



RATING 5/5