Judul: The
Girl on Paper (La Fille de Papier)
Pengarang: Guillaume Musso
Penerbit: Penerbit Spring
Tahun Terbit: September 2016
Tebal: 448
halaman
“Beberapa hal bisa dimulai dengan mudah, tapi hanya setelah kau
menyelesaikannya saja karya itu bisa mendapatkan makna sejatinya.”
Seorang gadis misterius tiba-tiba
muncul di rumahmu tanpa mengenakan sehelai pakaian dan mengaku kalau dia adalah
tokoh fiksi dari buku yang kau tulis, kedengaran gila kan? Itulah yang terjadi
pada Tom Boyd, penulis novel trilogi fenomenal Trilogies Des Anges.
Pasca putus dari pacarnya yang
seorang pianis, Aurore, hidup Tom jadi kacau. Dia terjerumus dalam alkohol dan
obat terlarang. Dan dia mengalami mimpi buruk semua penulis: writer’s block. Padahal dia sudah
terikat kontrak dan waktunya tak banyak lagi untuk segera menyerahkan draf buku
terakhir trilogi tersebut.
Lalu suatu malam sang gadis misterius
yang mengaku sebagai tokoh dalam trilogi itu muncul menemuinya. Awalnya Tom tak
percaya dan menganggap gadis itu gila. Namun semakin lama gadis itu terlihat
semakin meyakinkan kalau dia mengatakan yang sejujurnya.
Gadis itu membuat kesepakatan dengan
Tom bahwa jika dia berhasil membantu Tom mendapatkan kembali Aurore, Tom harus
segera menulis buku terakhir itu agar dia dapat pulang ke dunianya. Masih
terdengar gila, tapi tak ada salahnya mencoba, bukan?
“Untukku, cinta itu seperti oksigen. Satu-satunya hal yang membuat
kehidupan berkilau, memberinya kecemerlangan dan intensitas. Tapi untuk Aurore,
meskipun sangat ajaib, cinta pada akhirnya hanyalah sebuah ilusi dan tipuan.”
Saya pikir, berakhir suka atau tidak
suka pada buku ini setelah menyelesaikannya, semua orang pasti akan menyepakati satu hal, cover-nya cantik dan sedap
dipandang. Bookmark-nya juga lucu. Buku-buku
terbitan Penerbit Spring memang dalam hal bookmark
sebagai “bonus” bukunya hampir semua punya bentuk unik dan menarik. Yang paling
saya suka selain bookmark-nya The
Girl on Paper ini juga bookmark Cinder.
Ide cerita di buku ini unik, tentu
saja. Mengingatkan saya pada film Ruby Sparks. Namun tentu saja Tom Boyd tak
bisa mengendalikan tokoh ciptaannya ini, malah dia yang beberapa kali
dikendalikan oleh Billie :D
Saya suka dengan kedetailan
deskripsinya, itulah salah satu yang membuat saya membutuhkan waktu agak lama
menyelesaikan bukunya, deskripsinya yang panjang-panjang butuh waktu untuk
diserap. Selain itu, saya suka settingnya yang megah, pembaca dimanjakan dengan
setting di beberapa negara, tempat-tempat eksotis, mulai dari hotel mewah di
Meksiko sampai Universital Ewha di Korea Selatan (universitas swasta khusus wanita
yang menjadi salah satu universitas terbaik di sana).
Selain konflik utama tentang rencana
merebut kembali Aurore dan mengeluarkan Tom dari kubangan writer’s block, The Girl on Paper juga mengisahkan side story yang tak kalah menarik
tentang masa lalu kelam Tom dan dua sahabatnya, Carole dan Milo. Termasuk
tentang awal mula ide mentah buku pertama Trilogies
Des Anges tercipta.
Bagian dari buku ini yang paling
menjadi favorit saya adalah ketika Milo dan Carole berkeliling dunia demi mengejar
dan mendapatkan satu copy buku salah
cetak yang tersisa. Mereka berdua seolah dipermainkan oleh takdir demi buku
tersebut. Saya ikut geregetan sendiri bacanya x)
Yang tak saya sukai dari buku ini
adalah endingnya yang tak terduga. Tentu saja ini masalah selera, dan saya
menghormati keputusan penulisnya untuk tetap menjaga kerealistisan ceritanya.
Selain itu, tokoh-tokohnya juga tak lovable.
Mereka digambarkan dengan manusiawi, sampai sekarang saya masih ragu apakah ketaksukaan
saya pada mereka karena memang tidak suka karakter mereka atau malah karakter
mereka mengingatkan saya pada diri saya sendiri.
“Sebuah buku hanya akan hidup kalau dibaca. Para pembacalah yang menyusun
potongan-potongan gambar dan menciptakan dunia imajiner tempat para tokohnya.”
****
Saatnya untuk giveaway! Siap untuk mendapatkan buku gratis? Sebelum ikutan, baca
dulu syarat dan peraturan giveaway-nya
di bawah ini.
- Peserta berdomisili di Indonesia atau punya alamat kirim di Indonesia.
- Follow akun twitter @penerbitspring dan @ariansyahABO.
- Share postingan ini di twitter kamu, formatnya terserah yang penting mention dua akun di atas dengan hashtag #TGOPGiveaway.
- Jawab pertanyaan ini di kolom komentar:
“Apa judul buku
yang akan segera diterbitkan oleh Penerbit Spring yang juga sedang digarap film
adaptasinya?”
- Jangan lupa sertakan nama, akun twitter dan link share ketika menjawab.
- Giveaway ini berakhir pada hari Minggu 30 Oktober 2016.
- Pemenang yang terpilih ditentukan dari jawaban yang benar dan keberuntungan peserta ;) pengumuman pemenang akan dilakukan secepatnya setelah giveaway ditutup.
Good luck!
***
Tanpa berlama-lama
lagi, yang beruntung mendapatkan satu eksemplar The Girl on Paper persembahan
Penerbit Spring adalah:
Rohaenah (@rohaenah1)
Selamat!!!
Saya ucapkan terima
kasih untuk semua peserta yang sudah ikutan. Semoga, meski belum berjodoh
dengan bukunya lewat blog saya, masih ada jalan lain buat kalian untuk berjodoh
dengan bukunya ^^
Terima kasih juga
kepada Penerbit Spring dan Penerbit Haru untuk kerja samanya. Semoga di lain
kesempatan bisa bekerja sama lagi yaa ^^






