Jumat, 13 Februari 2015

[Movie Adaptation Review] Love, Rosie







Judul: Love, Rosie
Diadaptasi dari: Where Rainbows End – Cecelia Ahern
Sutradara: Christian Ditter
Genre: Romance, Comedy

“’Good? It was awful. Oh, I feel sick even thinking about it.’
‘About which part?’
‘All of it. It never happened.’”

Rosie (Lily Collins) dan Alex (Sam Claflin) sudah bersahabat sejak kecil. Mereka tahu kalau mereka ditakdirkan untuk bersama-sama. Tapi, tentu saja tidak mudah untuk menyatakan cinta, apalagi target pernyataan tersebut adalah sahabat sendiri. Ketika Rosie berulang tahun yang ke-18, dia mabuk sampai tak sadarkan diri. Esok harinya Rosie yang meminta Alex untuk melupakan semua hal yang terjadi di malam ulang tahunnya itu, Rosie sama sekali tidak ingat kalau salah satu dari hal yang terjadi adalah dia berciuman dengan Alex.

Tanpa mereka sadari, ucapan Rosie yang meminta Alex untuk melupakan apa yang terjadi di malam ulang tahunnya itu akan berujung pada sebuah malam yang tak mereka duga akan terjadi.

Malam ketika segala hal di antara mereka mulai berubah. Malam yang merenggut impian Rosie untuk bersama-sama kuliah di Amerika dengan Alex. Malam ketika rahasia-rahasia mulai timbul antara mereka. Malam yang akan mengubah jalan hidup mereka selamanya.



“I think not telling you was a way to keep the dream alive, you know? So there was at least someone out there who still saw me as Rosie. And not this strange, new person I've become.”

Film ini diangkat dari novel karya penulis P.S. I Love You, Cecelia Ahern yang berjudul Where Rainbows End. Saya sendiri belum membaca bukunya, jadi tidak bisa membandingkan antara versi film dan versi novelnya.

Film ini cukup berhasil menghindari label “klise” mengingat ide ceritanya yang well... memang klise dan usang. Karena bagi saya pribadi yang tidak tahu sama sekali akan seperti apa kisah Rosie dan Alex bergulir, bisa diakui film ini cukup mengejutkan saya ketika menontonnya. Jalan ceritanya tidak bisa ditebak (jalan ceritanya ya, bukan endingnya :D).

Seriously, feel-nya dapet banget, apa yang dirasakan dua karakter utamanya, terutama Rosie, bisa turut dirasakan oleh saya. Dan adegan-adegan kesalahpahaman di sepanjang jalan cerita benar-benar bikin geregetan! Tapi itu tak lantas membuat saya jadi bosan mengikuti “permainan takdir”-nya Rosie dan Alex ini :D



Yang paling keren itu chemistry dua pemeran utamanya. Lili Collins berhasil membangun chemistry yang kuat dengan Sam Claflin, yang jelas lebih kerasa daripada chemistry Lily Collins dengan cowok-yang-saya-lupa-namanya di The Mortal Instruments: City of Bones x)). Tidak terlihat adanya kecanggungan antara mereka, dari tatapan mata mereka berdua saya sudah bisa merasakan kalau Rosie dan Alex memang jatuh cinta satu sama lain.

Buat saya Love, Rosie termasuk film kodemi romantis terbaik yang pernah saya tonton. Film ini paket komplit deh. Cast yang kece, chemistry oke, jokes-nya sukses bikin ngakak, endingnya manis walaupun lumayan drama sik xD, shot-shot-nya cantik nan memanjakan mata, plus soundtrack yang apik dan easy listening

Tidak semenakjubkan dan seberat komedi romantis macam trilogi Before atau Eternal Sunshine on the Spotless Mind, tapi amat sangat menghibur dan menyentuh. Worth to watch.



“’That's what you got me over here for then? Just some fun?’
‘I wanted to see you! For Christ sake, you're my best friend!’
‘Or maybe you needed someone from your old life to point out the truth!’
‘What truth?’
‘You're in a mess, Alex! This whole situation is one big bloody giant mess!’"


RATING 4/5

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar