Tampilkan postingan dengan label Movie Review. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Movie Review. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 13 Desember 2014

[Movie Adaptation Review] Gone Girl




Hai, sekarang di blog saya selain berisi review buku, saya memutuskan untuk me-review film yang diadaptasi dari buku—dan mungkin waktu berikutnya saya akan menulis artikel yang juga berhubungan dengan buku atau dunia perbukuan :D

Film yang mendapat kehormatan untuk saya review pertama kali di blog ini adalah.... *drum roll* Gone Girl!



Judul: Gone Girl
Diadaptasi dari: Gone Girl – Gillian Flynn
Sutradara: David Fincher
Genre: Drama, Misteri, Thriller

“When I think of my wife, I always think of the back of her head. I picture cracking her lovely skull, unspooling her brain, trying to get answers. The primal questions of a marriage: What are you thinking? How are you feeling? What have we done to each other? What will we do?”

Di anniversary pernikahannya yang ke-5, Nick Dunne (Ben Affleck) mendapati kenyataan bahwa istrinya, Amy Dunne (Rosamund Pike) menghilang. Nick pun kemudian melaporkan hilangnya Amy ke polisi.
 
Kasus hilangnya Amy kemudian menarik perhatian media. Petunjuk yang didapatkan oleh polisi mengarah kepada Nick. Selain itu Nick juga harus menghadapi media yang semakin menyudutkannya sebagai pembunuh Amy. Benarkah Nick telah membunuh istrinya sendiri?



Film ini merupakan salah satu film yang saya tunggu-tunggu tahun ini. Pertama, karena saya sangat sangat sangat menyukai bukunya. Kedua, karena film-film David Fincher yang saya tonton sejauh ini tidak pernah mengecewakan saya. Ketiga, karena pemainnya yang saya percaya akan mampu memerankan bagian mereka dengan baik.

Dan ternyata dugaan saya benar. Film ini sangat memuaskan bagi saya yang sudah membaca novelnya. Saya yakin bagi kalian yang belum baca bukunya pun pasti akan menikmati film ini karena di beberapa bagian saya merasa kesal sendiri karena telah mengetahui kenyataan di balik hilangnya Amy :D jadi intinya, baik kalian yang sudah membaca bukunya atau pun yang belu membaca bukunya, pokoknya harus nonton film ini. Apalagi yang demen film genre misteri-thriller.



Beberapa adegan di bukunya berhasil divisualisasikan dengan baik. Bahkan adegan memorable-nya *yang tidak akan saya sebutkan karena bersifat sangat spoiler x))* berhasil membuat saya puas. Dan juga atmosfer tidak nyaman yang saya rasakan ketika membaca bukunya tersampaikan dengan baik.

Selain itu, pemainnya benar-benar pas untuk memerankan karakter yang dimainkannya. Yang paling saya salut tentu saja Rosamund Pike yang memerankan Amy. Sangat menggambarkan sosok Amy yang ada di bayangan saya selama ini.

Eh iya, setelah menonton film ini saya jadi tahu alasan kenapa film ini tidak tayang di Indonesia. Adegan-adegannya eksplisit, nggak nanggung-nanggung. Mulai dari nudity sampai gore-nya.

Bagi saya Gone Girl merupakan salah satu film terbaik yang saya tonton tahun ini. Saya harap nantinya akan berjaya di ajang-ajang penghargaan seperti Golden Globe Awards 2015 bahkan mungkin Oscars 2015 ;)


RATING 5/5

Selasa, 15 Januari 2013

[Movie Review] The Hobbit : An Unexpected Journey






"I can't just go running off into the blue! I am a Baggins, of Bag End!" – Bilbo Baggins –

Film ini merupakan salah satu film yang paling ditunggu-tunggu oleh banyak orang terutama penggemar trilogi The Lord Of The Rings. Dan ini juga merupakan prekuel dari trilogi fenomenal itu.

Bercerita tentang Bilbo Baggins (Martin Freeman) yang merupakan paman dari tokoh utama di The Lord Of The Rings, Frodo Baggins ketika Bilbo masih muda. Suatu malam, Bilbo Baggins kedatangan rombongan tamu tak diundang. Tamu-tamu yang terdiri dari 13 kurcaci dan Gandalf The Grey (Ian McKellen) ini bermaksud mengajak Bilbo untuk pergi berpetualang merebut harta milik leluhur para kurcaci itu pada zaman dahulu dari seekor naga jahat, Smaug.

Yup, ceritanya memang tidak serumit The Lord Of The Rings. Dalam versi bukunya pun The Hobbit merupakan cikal bakal dari trilogi The Lord Of The Rings dan sudah lebih dulu terbit dari trilogi itu. Awalnya saya agak skeptis dengan keputusan untuk membagi buku The Hobbit menjadi tiga film. Tapi itu sama sekali tidak mengurangi antusiasme saya karena saya sepenuhnya percaya pada kehebatan Peter Jackson yang memang sudah lama mengenal dunia J. R. R. Tolkien. Apalagi dengan jajaran cast yang tidak diragukan lagi contohnya Andy Serkis yang fenomenal lewat perannya sebagai Gollum.

Film ini bagaikan reuni bagi penggemar The Lord Of The Rings karena bisa “bertemu” kembali dengan Gandalf The Grey, Gollum, Elrond, Galadriel, bahkan Saruman.

Martin Freeman, yang sudah lebih dulu saya kenal lewat perannya sebagai Dr. Watson dalam serial BBC, Sherlock, sangat cocok memerankan tokoh Bilbo Baggins yang canggung. Sayangnya saya belum bisa menyaksikan mendengar “akting” suara sang Holmes, Benedict Cumberbatch sebagai Smaug, mengingat ini baru seri pertama Smaug belum akan muncul.

Untuk urusan scoring musik, saya setuju dengan keputusan untuk kembali memakai Howard Shore. Dan saya suka soundtrack yang berjudul Misty Mountains ketika dinyanyikan para dwarf.
Film ini cukup memuaskan ekspektasi saya tapi kalau ditanya “lebih suka seri pertama The Hobbit (The Hobbit : An Unexpected Journey) atau seri pertama The Lord Of The Rings (The Fellowship Of The Ring)”, saya tetap lebih suka The Fellowship Of The Ring. Jadi, saya rasa rating 4/5 cukup.






"Saruman believes it is only great power that can hold evil in check, but that is not what I have found. I found it is the small everyday deeds of ordinary folk that keep the darkness at bay... small acts of kindness and love. Why Bilbo Baggins? That's because I am afraid and it gives me courage." – Gandalf –



RATING 4/5